Politikus Ikan Lele Dinilai Cepat Berkembang Biak di Era Corona

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 06 Agu 2021 07:09 WIB
M Qodari
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, sepakat dengan PP Muhammadiyah, yang menyerukan politikus ikan lele sebagai pihak yang kerap memperkeruh suasana di tengah masa pandemi. Politikus ikan lele pun dinilai memang cepat berkembang biak di era pandemi COVID-19.

"Soal definisi politikus ikan lele, kalau saya coba maknai pernyataan dari Abdul Mu'ti itu politikus ikan lele adalah politikus yang hidupnya dari kekisruhan dari kekacauan gitu, bahkan dia manfaatkan kekisruhan kekacauan untuk bisa tingkatkan popularitas dirinya atau kemudian mencari posisi di partainya. Ya pansos-lah, katakan begitu," kata Qodari saat dihubungi, Kamis (5/8/2021).

Qodari menyebut sebetulnya wajar ketika politikus memberikan komentar terkait berbagai masalah publik. Namun, menurutnya, pada era pandemi COVID-19 dan politik identitas, muncullah politikus ikan lele yang berkembang dengan cepat.

"Cuma memang di era sekarang dan ada atmosfer politik identitas yang sangat kuat di masyarakat kita, di dunia internasional, kemudian kebetulan juga kita lagi berhadapan dengan permasalahan pandemi COVID-19 yang berbarengan masalah sosial-ekonomi dan masalah sosial lainnya, memang politikus ikan lele punya peluang untuk berkembang biak dengan lebih cepat ya, begitu. Karena dia punya banyak bahan dan materi gitu," ucapnya.

Dia pun menyebut sulit tentunya untuk menghalangi para politikus ikan lele untuk berhenti berbicara. Dia menyebut politikus tersebut memang berbakat menjadi 'ikan lele'.

"Hemat saya, agak sulit minta politikus ikan lele mengerem pernyataan-pernyataannya, namanya juga ikan lele, kan sulit kalau kita minta berubah jadi ikan nila atau jadi ikan gurame gitu. Kan dia bakatnya jadi lele," ujarnya.

Dengan demikian, kata dia, yang paling bisa dilakukan adalah mengedukasi masyarakat. Sebab, menurutnya, saat ini partai-partai politik hingga pimpinan partai juga memelihara politikus ikan lele.

"Karena terus terang parpol dan pimpinan partai politik sering melihara ikan lele karena di dalam politik itu seperti permainan sepakbola, ada striker, ada gelandang, ada back, jadi ya politikus ikan lele sengaja dipelihara karena dia berani dan bisa menjadi striker gitu. Jadi menurut saya, kita kembalikan ke publik untuk tak mudah terpancing," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Survei Elektabilitas Capres Indostrategic, Puan Posisi Berapa?':

[Gambas:Video 20detik]