Basarnas Stop Pencarian Penumpang Kapal Feri yang Terjun di Selat Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 20:05 WIB
Basarnas merilis jumlah seluruh korban tenggelamnya kapal Feri KMP Yunicee di Selat Bali. Tercatat total 76 orang menjadi korban. Dengan rincian, 51 korban selamat, 7 korban meninggal dan 18 korban belum ditemukan.
Pencarian penumpang Kapal Feri yang terjun di Selat Bali (Ardian Fanani/detikcom)
Denpasar -

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas) Bali menghentikan pencarian penumpang Kapal Feri yang terjun di Selat Bali. Pencarian dihentikan setelah dilakukan selama 7 hari.

"Sudah kemarin kita dihentikan, sampai hari ke-7 lah. Kita sudah cari seminggu tidak ketemu," kata Kepala Basarnas Bali Gede Darmada saat dihubungi detikcom, Kamis (5/8/2021).

Darmada menjelaskan, operasi pencarian dihentikan sampai hari ke-7 sesuai sesuai Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor 22 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi SAR.

"Sampai hari ke-7 pencarian kalau tidak ada tanda-tanda atau hasil yang ditemukan ya bisa dihentikan setelah hari ke-7 itu. Ya kan nggak mungkin kita cari terus kalau nggak ketemu. Pertimbangannya survivalnya itu," terangnya.

Menurut Darmada, pencarian selama 7 hari sudah dilakukan semaksimal mungkin, dari area dilaporkan jatuh hingga lanjutan ke daerah selatan dekat dengan wilayah Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Pencarian dilakukan dengan menggunakan boat bersama dengan Polair dan TNI AL. Selama pencarian Basarnas Bali mengerahkan sebanyak 12 orang personel. Kemudian dibantu oleh Polair sebanyak 6 orang dan TNI AL sebanyak 4 orang.

Pencarian terus-menerus dilakukan selama 7 hari tersebut. Ada sebanyak tiga boat yang digunakan selama 7 hari pencarian.

Selama 7 hari pencarian, tim gabungan telah mencari hingga 300 nautical mile persegi. Pencarian dilakukan baik ke utara maupun ke selatan dari lokasi yang dilaporkan jatuh.

Bahkan pencarian juga sempat dibantu oleh SAR dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mencari di sisi barat sampai ke selatan Banyuwangi menggunakan boat. Namun korban juga tak kunjung ditemukan.

"Sampai pada hari ke-7 kemarin korban juga belum ditemukan. Dan waktu penutupan (pencarian) kita juga sudah panggil keluarganya, kami menyampaikan upaya-upayanya yang telah kita lakukan disaksikan dari teman-teman TNI dan kepolisian dan semuanya menerima," tutur Darmada.

"Intinya kita mencari kan untuk menyelamatkan. Tujuh hari itu korban selamat kan nggak mungkin rasanya. Di samping itu aspek lainnya dari segi peraturan, karena memang pencariannya harus dibatasi. Nggak mungkin terus-menerus kita cari. Kalau terus-menerus kan berdampak pada ya capek dong orang kalau terus-menerus mencari," imbuhnya.

Meski pencarian dihentikan, pihaknya bakal siap melakukan evakuasi jika nantinya korban ditemukan di luar proses pencarian. "Kalau ada tanda-tanda masyarakat melapor, atau ada yang melihat tentunya tugas kami untuk melakukan evakuasi," kata dia.

"Upaya-upaya monitoring seperti itu tetap kita lakukan. Kita baru berhenti bukan berarti diam. Kita tetap melakukan pemantauan. Saya mencari informasi dari nelayan-nelayan di daerah sana," kata Darmada.

Sebelumnya, seorang penumpang kapal Feri di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dilaporkan terjun ke laut saat kapal berlayar. Hingga saat ini, keberadaan korban masih belum diketahui.

Tim gabungan penyelamatan di perairan Selat Bali masih terus melakukan upaya pencarian. Korban diduga terjun saat berada di perairan Gilimanuk, Jembrana, Bali, sekitar pukul 17.50 WIB, Kamis (29/7/2021).

Kasat Pol Air Polresta Banyuwangi Kompol Jeni Al Jauza membenarkan peristiwa ini. Dari pengakuan sejumlah saksi yang juga menumpang kapal, korban sengaja menceburkan diri ke laut hingga akhirnya hilang terseret derasnya arus Selat Bali ke arah selatan.

"Benar, ada peristiwa penumpang kapal terjun ke laut sekitar pukul 17.50 WIB. Saat ini sudah ditindaklanjuti oleh Tim SAR di Gilimanuk. Karena TKP ada di Gilimanuk," ungkap Jeni kepada wartawan.

Dari informasi yang diperoleh, korban yang diduga sengaja terjun ke laut tersebut bernama Rama Pratama Putra (17) warga Kampung Kecubung, Indrajaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Korban menumpang KMP Dharma Ferry 1 tujuan Bali berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi sekitar pukul 17.05 WIB. Saat kapal berada di titik koordinat 08°08.938'/ S 114°25.689' E korban tanpa alasan yang jelas langsung menceburkan diri ke laut.

Jeni menambahkan setelah mengetahui ada satu penumpang tercebur ke laut, nahkoda KMP Dharma Ferry 1 sempat melakukan upaya pencarian hingga 15 menit di kawasan titik tenggelamnya korban.

Simak video 'Terjun dari Kapal Feri, Warga Tasikmalaya Hilang di Selat Bali':

[Gambas:Video 20detik]

(isa/isa)