Disdik DKI Ungkap 73 Persen Siswa 12-17 Tahun Sudah Divaksinasi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 18:44 WIB
Paparan jumlah vaksinasi siswa di DKI (Dok. Screenshot).
Paparan jumlah vaksinasi siswa di DKI. (Dok. Screenshot)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta melaporkan perkembangan program vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 12-17 tahun. Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Slamet mengatakan, dari total 795 ribu siswa di DKI, 73 persen atau 587 di antaranya telah disuntik vaksin Corona.

"Sesuai dengan cut off data hari ini, tadi jam 10.20 WIB, total dari siswa yang masuk kategori usia 12-17 tahun, itu ada 795.612. Yang sudah tervaksin ada 587.126 itu 73,79 persen. Yang belum tervaksin, sisanya 26,21 persen," kata Slamet dalam diskusi virtual, Kamis (5/8/2021).

Slamet mengatakan jumlah sentra vaksinasi yang disiapkan dinas pendidikan saat ini sebanyak 273 lokasi tersebar di 6 wilayah kota-kabupaten di Jakarta. Dia menargetkan vaksinasi bagi anak dapat dituntaskan pada 17 Agustus mendatang.

"Vaksinasi ini terus berlangsung dan insyaallah target kita pertengahan Agustus, 17 Agustus, ini akan kita harapkan akan tervaksin semua seluruh anak 12-17 tahun," ujarnya.

Slamet juga melaporkan saat ini tenaga pendidik di DKI sebanyak 142.403. Dari ratusan tenaga didik tersebut, sebanyak 119.457 orang atau 83% sudah disuntik vaksin dosis pertama.


Sedangkan dosis kedua sebesar 69,60% atau 99.106 orang. Dia memastikan percepatan vaksinasi tenaga didik terus diupayakan. Tujuannya agar pembelajaran tatap muka (PTM) dapat dilaksanakan.

"Kita berupaya terus agar vaksinasi peserta didik dan pendidik ini menjadi sebuah target agar nanti kita diperbolehkan (sekolah tatap muka), tetap kita dengan sangat percaya diri ketika kita masuk ke tahapan itu," imbuhnya.

Merujuk pada data dari situs corona.jakarta.go.id, capaian vaksinasi dosis kedua di Jakarta baru 2.984.244 dosis yang disuntikkan ke warga. Padahal dosis pertama sudah menembus 7,9 juta dosis.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menegaskan percepatan vaksinasi dosis kedua tak dapat dilakukan. Sebab, Anies mengatakan pemberian vaksin dosis kedua tergantung dengan jenis vaksin yang diberikan pada dosis pertama.

"Nggak bisa dipercepat. Makanya saya komentari, jadi suntikan kedua bukan strategi percepatan karena jadwalnya tergantung jenis vaksinnya," kata Anies kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

Eks Mendikbud itu kemudian mencontohkan, apabila seorang warga disuntik vaksin jenis AstraZeneca, warga tersebut harus menunggu tiga minggu untuk mendapatkan dosis kedua. Untuk itulah, dia menyampaikan penyuntikan dosis kedua tidak bisa dipercepat lantaran harus mengikuti penjadwalan vaksin dosis pertama.

Simak video 'Pemprov DKI Akan Proses Sekolah yang Gelar Tatap Muka saat PPKM':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)