KPK: Sidang Juliari Batubara Pintu Awal Usut Pihak Lain yang Terlibat

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 14:50 WIB
Terdakwa korupsi, mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menyimak keterangan saksi Matheus Joko Santoso (MJS) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor di PN Jakarta Pusat, Senin (7/6/2021).
Ilustrasi sidang Juliari Batubara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK mengatakan, selama proses sidang mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara dkk, muncul berbagai fakta baru. KPK menyebut fakta baru itu bisa dijadikan pintu awal mencari pihak-pihak lain yang turut terlibat dalam kasus korupsi ini.

"Berbagai fakta yang muncul selama proses persidangan terdakwa Juliari P Batubara dkk benar bisa dijadikan sebagai salah satu pintu awal untuk membuka kembali adanya pihak-pihak yang diduga turut terlibat," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

Ali mengatakan kini KPK masih melakukan pendalaman dengan mencari keterangan lebih lanjut dengan memeriksa berbagai saksi yang diduga mengetahui perkara tersebut. KPK juga masih mengikuti keputusan majelis hakim dalam menguatkan fakta-fakta yang didapat.

"Saat ini KPK masih terus melakukan pendalaman dengan melakukan permintaan keterangan berbagai pihak yang diduga mengetahui adanya dugaan peristiwa tindak pidana korupsi dimaksud," ujar Ali.

"Namun kita masih ikuti proses persidangan ini dan berharap dalam putusan majelis hakim juga akan mempertimbangkannya sehingga makin menguatkan fakta-fakta tersebut untuk dapat didalami lebih lanjut," sambungnya.

Diketahui, Juliari Batubara telah divonis selama 11 tahun penjara karena diyakini jaksa menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan bansos Corona di Kemensos. Jaksa mengatakan, dalam persidangan, terbukti Juliari menerima fee melalui anak buahnya, yakni KPA bansos Adi Wahyono dan PPK bansos Matheus Joko Santoso.

Menurut jaksa, Juliari memerintahkan Adi Wahyono dan Matheus Joko memungut fee Rp 10 ribu per paket kepada penyedia bansos. Uang yang dikumpulkan itu, kata jaksa, digunakan untuk keperluan pribadi Juliari.

Juliari Batubara diyakini jaksa bersalah melanggar Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(zap/dhn)