Tinjau Vaksinasi KSPSI, Kapolri: Kesehatan Buruh Terjaga, Ekonomi Bertumbuh

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 12:31 WIB
Panglima TNI dan Kapolri meninjau vaksinasi massal di Sumedang Jawa Barat
Panglima TNI dan Kapolri meninjau vaksinasi massal di Sumedang, Jawa Barat. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau vaksinasi massal Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di PT Kahatex, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (5/8/2021). Di lokasi, Sigit bicara soal pentingnya vaksinasi untuk buruh.

Di hadapan para buruh, Sigit bicara soal pentingnya kesehatan buruh di masa pandemi COVID-19. Buruh harus tetap sehat agar tidak terpapar virus Corona, sehingga aktivitas dan roda perekonomian tetap berjalan dengan baik.

Panglima TNI dan Kapolri meninjau vaksinasi massal di Sumedang Jawa BaratPanglima TNI dan Kapolri meninjau vaksinasi massal di Sumedang Jawa Barat (Foto: dok. Istimewa)

"Yang jelas, saya ingin bahwa kesehatan buruh tetap terjaga, ekonomi tetap bertumbuh. Oleh karena itu, dua-duanya harus bisa jalan," kata Sigit dalam sambutannya.

Apalagi, lanjut Sigit, buruh dapat dikategorikan sebagai salah satu kelompok yang disebut pahlawan devisa bagi Indonesia. Khususnya, mereka yang bekerja terkait dengan bidang ekspor-impor.

Oleh sebab itu, menurut Sigit, pemerintah dan stakeholder terkait bersama buruh harus bersinergi untuk melakukan percepatan vaksinasi demi mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus Corona.

Panglima TNI dan Kapolri meninjau vaksinasi massal di Sumedang Jawa BaratPanglima TNI dan Kapolri meninjau vaksinasi massal di Sumedang, Jawa Barat. (Foto: dok. Istimewa)

"Percepatan vaksinasi khususnya bagi kawan-kawan kami buruh yang tergabung dalam KSPSI. Kami tahu buruh salah satu pahlawan devisa, karena dengan kekuatan ekspor selama ini yang dilakukan rekan-rekan. Karena itu, kami memiliki kewajiban untuk menjaga agar kawan-kawan buruh semuanya selalu sehat," ujar Sigit.

Guna melakukan akselerasi, Sigit menyebut pemerintah bakal mengerahkan 15 ribu vaksin bagi buruh di Jawa Barat. Tujuannya agar segera terciptanya kesehatan yang kuat bagi buruh, sehingga roda perekonomian kembali berputar.

"Kegiatan vaksinasi kami turunkan 15 ribu vaksin. Dan kalau masih kurang, bisa dikoordinasikan kembali," ucap mantan Kabareskrim ini.

Ditambahkan Sigit, saat ini angka harian COVID-19 masih terbilang tinggi meski ada penurunan kasus secara nasional. Karena itu, buruh diharapkan tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat dalam kehidupan sehari-hari.

Panglima TNI dan Kapolri meninjau vaksinasi massal di Sumedang Jawa BaratPanglima TNI dan Kapolri meninjau vaksinasi massal di Sumedang, Jawa Barat. (Foto: dok. Istimewa)

"Walaupun melaksanakan vaksinasi, tetap jaga prokes dan gunakan masker setelah kegiatan vaksinasi. Sehingga bisa prokes dilaksanakan dan vaksinasi tentu kita galakkan," kata Sigit.

Di lokasi yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menyampaikan hal senada. Untuk mengendalikan pandemi COVID-19, vaksinasi menjadi salah strategi penanganannya selain protokol kesehatan 3M dan penguatan 3T.

"Tiga hal ini penting karena varian yang ada di Indonesia adalah Delta, yang penularannya lebih cepat," ujar Hadi.

Selain vaksinasi, Panglima TNI dan Kapolri menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada buruh dan masyarakat untuk meringankan beban di tengah pandemi COVID-19.

(hri/fjp)