RI Minta Utusan Khusus ASEAN untuk Konflik Myanmar Diberi Akses

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 12:02 WIB
Menlu Retno Marsudi
Menlu RI Retno Marsudi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi Indonesia menyambut baik disepakatinya penunjukan utusan khusus atau special envoy ASEAN untuk membantu menyelesaikan konflik di Myanmar. Retno mengingatkan pentingnya utusan khusus tersebut diberi akses terkait penyelesaian konflik Myanmar.

"Pada tanggal 3 Agustus kemarin, Myanmar telah menyetujui usulan ASEAN dan utamanya chair ASEAN untuk menunjuk Menlu 2 Brunei sebagai utusan khusus. Ini satu langkah yang baik namun masih ada beratus atau beribu langkah yang harus mengikutinya," kata Retno, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube MoFa Indonesia, Kamis (5/8/2021).

"Indonesia di dalam pertemuan yang dilakukan pada 3 Agustus jam 01.00 pagi waktu Washington, DC, menekankan kembali pentingnya akses diberikan kepada utusan khusus. Tanpa akses maka tidak mungkin utusan khusus akan dapat melakukan tugasnya," imbuhnya.

Selain itu, Indonesia menegaskan pentingnya utusan khusus segera melakukan kunjungan ke Myanmar serta melakukan dialog dengan semua pihak. Retno berharap akan ada kemajuan perkembangan dari kerja utusan khusus tersebut untuk menyelesaikan konflik Myanmar.

"Indonesia mengharapkan akan ada kemajuan kerja dari utusan khusus dan kemajuan kerja ini sudah dapat dilaporkan pada pertemuan AMM yang akan datang di bulan September 2021," ungkapnya.

Sementara itu, Indonesia juga mendorong penyegeraan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar. Retno menyebut Sekjen ASEAN dan AHA Centre akan segera menyusun modalitas pemberian bantuan kemanusiaan sehingga dapat menjangkau semua rakyat yang memerlukannya.

"Dan secara khusus, dalam pertemuan dengan beberapa mitra ASEAN, masalah bantuan kemanusiaan untuk rakyat Myanmar ini sudah mulai juga dibahas," sambungnya.

Sebelumnya, ASEAN resmi menunjuk special envoy atau utusan khusus untuk membantu menyelesaikan konflik di Myanmar. Tugas sebagai utusan khusus ini diberikan kepada Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Darussalam Erywan Yusof.

"Kesepakatan semua anggota ASEAN tanpa terkecuali yang penting untuk ASEAN keseluruhan dan ini di-drive oleh Indonesia ini adalah adanya rumusan yang konkret dan langsung tentang acceptance dari pihak Myanmar terhadap pelaksanaan 5 point of consensus dari ASEAN Ministerial Meeting bulan April yang lalu, kemudian adanya special envoy yaitu Menlu Brunei Datok Erywan," ujar Dirjen KS ASEAN Sidharto Suryodipuro dalam konferensi pers, Rabu (4/8/2021).

Sidharto mengatakan adanya komitmen yang konkret bahwa utusan khusus ini segera memulai kerja serta melaporkan hasil proses dalam pertemuan tingkat menlu mendatang.

"Adanya komitmen yang konkret bahwa special envoy akan segera memulai kerjanya, akan ada time line, akan diberikan akses penuh pada semua pihak di Myanmar dan agar special envoy itu melapor pada pertemuan tingkat Menlu mendatang di bulan September," tuturnya.

(yld/imk)