Tarung Bebas di Makassar Libatkan Pelajar, Komisi X DPR: Usut Sampai Tuntas!

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 06:10 WIB
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda.
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda (Dok. detikcom)
Jakarta -

Ajang tarung bebas di Makassar melibatkan kalangan pelajar untuk duel. Komisi X DPR meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak ada lagi pelajar yang terlibat.

"Tarung bebas yang di Makassar ini sudah terorganisir, kita minta untuk diusut sampai tuntas. Saya juga mengimbau pelajar di seluruh Indonesia terutama di Makassar juga harus menghargai status dirinya sebagai pelajar," kata Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Lebih lanjut, Huda meminta kepada dinas terkait untuk melakukan mitigasi dan mencari tahu apa yang membuat para pelajar mengikuti ajang tersebut. Sebab menurutnya, seburuk-buruknya kondisi kehidupan tidak patut seorang anak mengikuti ajang yang bersifat kekerasan.

"Dinas terkait untuk melakukan mitigasi secara detail sampe seberapa banyak pelajar yg terlibat, alasan mendasarnya apa, tentu itu saya kira lebih keurusan ekonomi," ujarnya.

"Seterpuruk apapun situasi ekonomi, saya kira selama kepetingannya untuk menjaga dan menghargai status pelajar jangan sampai terlibat aktivitas yang sifatnya kekerasan, terlebih itu kan semacam judi kekerasan," lanjutnya.

Huda juga mengingatkan agar para orang tua dapat mengawasi anak secara ketat. "Saya juga minta untuk orang tua melakukan pengawasan ekstra kepada anak-anaknya lebih lebih dalam suasana masalah sosial yang kompleksitas," ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan mengatakan ajang tarung bebas itu melibatkan pelajar. Sejumlah pelajar yang diduga terlibat dalam tarung bebas itu telah diamankan dan dimintai keterangan oleh polisi.

"Jadi itu kan sebenarnya sudah ada petarung yang kita mintai keterangan. Mereka tidak punya catatan kriminal, kan masih anak sekolah, pelajar," ujar Zulpan kepada detikcom, Rabu (4/8/2021).

Zulpan mengatakan fakta bahwa ajang tarung bebas Makassar diikuti pelajar ini sangat memprihatinkan. Dia menyebut moral pelajar bisa rusak karena kegiatan tarung bebas Makassar itu bukan olahraga dan lebih identik dengan kekerasan hingga bisa berakibat fatal.

"Sangat kita sayangkan karena pesertanya mereka yang masih berusia remaja dan membahayakan kesehatan jiwa mereka ya, bisa berakibat fatal," kata Zulpan.

Polisi Buru Penyelenggara Tarung Bebas

Polisi telah menangkap delapan orang, baik petarung maupun penonton, dalam kasus tarung bebas Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kini giliran panitia penyelenggara yang diburu polisi.

"Sampai sekarang sedang dilakukan pemeriksaan mendalam dan pencarian terhadap panitia dan yang lain-lainnya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fathur Rakhman kepada wartawan di Polrestabes Makassar, Rabu (4/8/2021).

Jamal menyampaikan pihaknya juga tengah menyelidiki akun Instagram Makassar Street Fight yang jadi sarana promosi calon pertarung dan penonton. Selain itu, panitia tarung bebas juga ditengarai menggunakan aplikasi percakapan untuk ajang promosi pertarungan.

"Akun yang mengundang masih dalam penyelidikan. Jadi mereka pun, selain di salah satu akun medsos, di salah satu grup (aplikasi percakapan) mengadakan undangan. Cuma memang sampai sekarang kasarnya masih menghindari dari kejaran kepolisian," kata Jamal.

(eva/aud)