Polisi Buru Penyelenggara Tarung Bebas Makassar!

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 17:22 WIB
Makassar -

Polisi telah menangkap delapan orang, baik petarung maupun penonton, dalam kasus tarung bebas Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kini giliran panitia penyelenggara yang diburu polisi.

"Sampai sekarang sedang dilakukan pemeriksaan mendalam dan pencarian terhadap panitia dan yang lain-lainnya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fathur Rakhman kepada wartawan di Polrestabes Makassar, Rabu (4/8/2021).

Jamal menyampaikan pihaknya juga tengah menyelidiki akun Instagram Makassar Street Fight yang jadi sarana promosi calon pertarung dan penonton. Selain itu, panitia tarung bebas juga ditengarai menggunakan aplikasi percakapan untuk ajang promosi pertarungan.

"Akun yang mengundang masih dalam penyelidikan. Jadi mereka pun, selain di salah satu akun medsos, di salah satu grup (aplikasi percakapan) mengadakan undangan. Cuma memang sampai sekarang kasarnya masih menghindari dari kejaran kepolisian," kata Jamal.

Jamal juga mengatakan, saat tarung bebas Makassar berlangsung pada Senin (2/8) dini hari lalu, pihak Polsek Ujung Pandang sebenarnya menerima laporan kerumunan di lokasi, Jalan Ince Nurdin, Makassar. Laporan itu datang dari seorang sekuriti.

"Sehingga Polsek Ujung Pandang datang ke tempat tersebut dan membubarkan," kata Jamal.

Pada keesokan harinya, barulah video berisi pertarungan viral di media sosial (medsos). Oleh sebab itu, tim dari Reskrim Polrestabes Makassar dan Resmob Polda Sulsel turun tangan melakukan penyelidikan.

"Besoknya ada viral terkait pertarungan. Setelah itu, tim kami turun," beberapa Jamal.

Sebelumnya, pihak panitia diungkap mengenakan biaya registrasi, baik kepada penonton maupun petarung.

"Jadi untuk penonton Rp 10 ribu dan untuk petarung Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Dan imbalannya untuk fighter ini 10 persen atau Rp 1,5 juta," pungkas Jamal.

(hmw/aud)