Polisi Limpahkan Berkas Perkara Tes Antigen Bekas di Sumut ke Jaksa

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 17:01 WIB
Penampakan para tersangka kasus dugaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu
Konferensi pers kasus alat tes antigen bekas (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Kasus penggunaan alat tes antigen Corona bekas di Sumut memasuki babak baru. Polisi telah melimpahkan berkas kasus dugaan penggunaan alat tes antigen Corona bekas di Bandara Kualanamu itu ke jaksa.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan pihaknya telah melimpahkan berkas ke kejaksaan. Namun berkas dikembalikan untuk dilengkapi.

"Berkas sudah kita limpahkan ke JPU, namun ada P-19 terkait TPPU, dan saat ini penyidik sedang melengkapinya," kata Hadi saat dimintai konfirmasi, Rabu (4/8/2021).

Hadi mengatakan pihaknya bakal menyerahkan lagi berkas perkara tersebut ke jaksa dalam waktu dekat. Dia mengatakan berkas perkara itu untuk lima tersangka dalam kasus ini.

"Iya betul, lima tersangka," ucap Hadi.

Polisi sebelumnya menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu. Mereka dijerat melanggar UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen.

Pengumuman tersangka itu disampaikan oleh Kapolda Sumut Irjen Panca Putra di Mapolda Sumut, Kamis (29/4/2021). Dia juga menjelaskan konstruksi kasus ini.

Kelima tersangka itu merupakan eks pegawai Kimia Farma yang merupakan pengelola laboratorium tes antigen Bandara Kualanamu:

1. Eks BM (Business Manager) Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan, PM (45). Dia diduga berperan sebagai penanggung jawab laboratorium dan yang menyuruh melakukan penggunaan cotton bud swab antigen bekas.

2. Eks kurir Laboratorium Kimia Farma SR (19). Dia diduga berperan sebagai pengangkut cotton bud swab antigen bekas dari Kualanamu ke Lab Kimia Farma dan membawa cotton bud swab antigen bekas yang sudah diolah dan dikemas ulang dari Lab Kimia Farma ke Kualanamu.

3. Mantan CS di Laboratorium Klinik Kimia Farma, DJ (20). Dia diduga berperan melakukan mendaur ulang cotton bud swab antigen bekas menjadi seolah-olah baru.

4. Eks pekerja bagian admin Lab Kimia Farma Jl Kartini Medan, M (30). Dia diduga berperan yang melaporkan hasil swab ke pusat.

5. Eks pekerja bagian admin hasil swab, R (21). Dia diduga berperan sebagai admin hasil swab test antigen di Posko Pelayanan Pemeriksaan COVID-19 Kimia Farma Bandara Kualanamu.

Kelimanya dijerat Pasal 98 ayat (3) juncto Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 8 huruf (b), (d), dan (e) juncto Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.