Warga Ramai Ikut Salat Jenazah Habib Saggaf Aljufri

Antara - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 16:20 WIB
Jakarta -

Sejumlah warga ikut salat jenazah Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri. Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura dan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid ikut dalam rangkaian prosesi tersebut.

Salat jenazah yang diimami oleh Habib Sayyid Ali bin Muhammad Aljufri itu berlangsung di halaman SMK Alkhairaat atau di samping kanan Masjid Alkhairaat. Jemaah membeludak hingga ke badan Jalan SIS Aljufri.

Setelah disalatkan, jenazah dimakamkan di kompleks Masjid Alkhairaat di Jalan SIS Aljufri, Palu, di samping makam adiknya, Habib Sayyid Abdillah bin Muhammad Aljufri.

Jenazah almarhum Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri dilepas oleh keluarga. Banyak warga yang mengantar jenazah almarhum saat akan dikebumikan.

Sejumlah warga ikut salat jenazah Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri. Gubernur Sulteng dan Walkot Palu ikut dalam rangkaian prosesi tersebut. (Foto Antara)Jenazah almarhum dimakamkan di kompleks Masjid Alkhairaat di Jalan SIS Aljufri Palu (Foto: Antara)

Mewakili keluarga almarhum Habib Saggaf, Habib Ali Hasan Aljufri dalam sambutannya mengatakan almarhum Habib Saggaf sebelum meninggal dunia berpesan kepada abnaulkhairaat agar menjaga Alkhairaat.

"Ini pesan beliau, selalu beliau sampaikan Alkhairaat, hidupkan Alkhairaat, jaga Alkhairaat," ujar Habib Ali Hasan Aljufri seperti dilansir Antara, Rabu (4/8/2021).

Ali Hasan Aljufri mengisahkan, Habib Saggaf tidak pernah mengucapkan kalimat yang membuatnya bergetar tubuh selama ia mendampingi Habib Saggaf sakit.

"Beliau mengucapkan tiga kalimat yang membuat saya bergetar. Beliau di saat-saat kritis, beliau berteriak memanggil neneknya, Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua). Beliau mengatakan, 'Ya, Habib Idrus, saya sudah menjalankan amanatmu, ya, Habib Idrus, saya sudah menjalankan amanah'. Tiga kali Habib Saggaf mengucapkan itu," kata Habib Ali Hasan Aljufri.

Sejumlah warga ikut salat jenazah Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri. Gubernur Sulteng dan Walkot Palu ikut dalam rangkaian prosesi tersebut. (Foto Antara)Warga ikut mengantar jenazah almarhum saat akan dikebumikan. (Foto: dok. Antara)

Maka sejak itu diyakini bahwa beliau akan pergi. "Saya akan berpisah dengan beliau. Sejak sakit, berkali-kali beliau masuk rumah sakit, diopname di Jakarta, beliau tidak pernah mengucapkan kalimat ini. Kecuali sakit yang terakhir ini," ucap Habib Ali Hasan Aljufri.

Almarhum Habib Saggaf, kata Ali Hasan, berpesan kepada semua abnaulkhairaat agar menjaga Alkhairaat.

"Beliau dengan tabah, sabar, menjalankan amanah Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua)," ujar Ali Hasan.

Berdasarkan catatan Alkhairaat, Habib Saggaf lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 17 Agustus 1937.

Selain itu, almarhum mengenyam pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, pada 1959 dan meraih gelar sarjana pada 1963, kemudian melanjutkan pendidikan strata dua di universitas yang sama dan lulus pada 1967.

(jbr/tor)