Soal Dugaan Pungli, Ketua RW di Jakpus Duga Ada Warga Iri Tak Dapat Bansos

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 15:04 WIB
Ilustrasi pungli
Ilustrasi Pungli (Basith Subastian/detikcom)
Jakarta -

Pemkot Jakarta Pusat membantah ada pungli bansos di wilayah Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ketua RW 09 di Mangga Dua Selatan Henri mengimbau warganya untuk melapor jika merasa menjadi korban pungli bansos.

"Kalau memang merasa ada temuan pungli, ya, foto aja, terus bawa ke saya. Kalau saya nggak bisa nanganin, ya, langsung ke kelurahan aja silakan, kan begitu ada stepnya," kata Henri saat ditemui di Sekretariat RW 09, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (4/8/2021).

Pihaknya kini menelusuri warga yang mengatakan adanya pungli bansos di wilayahnya. Henri menduga laporan dugaan pungli itu dari warga yang tidak mendapat bansos PKH (Program Keluarga Harapan).

"Cuma kita bareng jajaran pengurus ini kita cari tau, kalau memang sudah ketahuan ya sudahlah ngapain sih bikin kayak gitu. Kalau emang merasa nggak mampu coba ajuin aja, kalau dapat syukur, kalau nggak ya ya sudah," jelas Henri.

"Iya kami pikir begitu (orang di luar penerima bansos PKH). Kami cari di data juga nyocokin nggak ada namanya karena itu mungkin nama disamarin. Kemungkinan iya (iri). Kita juga kan nggak tau itu hati orang iri apa gimana yang kita analisa ya seperti itu," sambungnya.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menegaskan tidak ada pungli di kawasan Mangga Dua. Dia juga menerangkan duduk perkaranya.

"Katanya patungan bawa barang, kalau menurut keterangan lurah, nggak pungli, Jadi e-warung bawa barang, dia rombongan jadi dikenai patungan kendaraan Rp 10 ribu, kesepakatan bersama sih, nggak ada pungli. Sudah clear, lurah sudah panggil, camat sudah panggil," ujar Irwandi.

Ketua RT Membantah

Ditemui di kediamannya, Ketua RT 03 RW 09 Muhammad Rusdi yang namanya terseret dalam kasus ini membantah jika dia menyunat jatah bansos PKH tersebut. Dia menegaskan jika tidak ada pungutan liar yang dilakukan kepada warga.

"Sebenernya nggak ada itu sama sekali nggak ada. Intinya nggak ada pemotongan itu," kata Rusdi.

Rusdi menjelaskan, di wilayahnya sendiri, terdapat 10 penerima bansos PKH, namun yang bantuannya dapat dicairkan hanya 7 orang. Sedangkan tiga orang lainnya tidak dapat dicairkan karena saldonya kosong.

"Jadi RT sebenernya kalau masalah PKH itu cuma tau sebatas nama doang. Urusan ambil, ngegesek semua itu ya warga ke e-warung. Jadi RT sebenernya sama sekali nggak ada ikut campur," jelasnya.

Bansos PKH sendiri ini berupa sembako yang diterima oleh warga yang memiliki ATM PKH. Paket sembako tersebut berisikan beras, daging ayam, telur, dan buah-buahan.

(idn/idn)