Ketimpangan Vaksinasi di RI Disorot WHO, Cak Imin: Sinkronkan Data

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 14:59 WIB
Cak Imin
Foto: PKB
Jakarta -

Ketimpangan vaksinasi COVID-19 dan distribusi vaksin di Indonesia mendapat sorotan Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO). Menurut WHO, masih banyak tenaga kesehatan di sejumlah provinsi seperti Papua, Maluku, dan Sulawesi Tengah yang sama sekali belum mendapatkan vaksin.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengevaluasi masalah ketimpangan ini. Ia meminta Kemenkes melakukan perbaikan dan sinkronisasi data ketersediaan stok vaksin di daerah dengan jumlah masyarakat penerima vaksin.

"Saya minta disinkronkan dulu data vaksin kita. Ada berapa stoknya, sama nggak data penerima di daerah dengan di pusat, lalu pastikan distribusinya merata dan tepat sasaran," ungkap Cak Imin, sapaannya, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/8/2021).

Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra ini juga mendorong Kemenkes untuk meningkatkan pengawasan pada daerah-daerah dalam melaksanakan program vaksinasi. Ia berharap dengan upaya ini program vaksinasi dapat berjalan dengan lancar dan pemberian vaksin dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

"Kalau sudah pengawasannya optimal, ya jangan tunggu-tunggu waktu lagi, segera distribusikan stok vaksin ke daerah-daerah yang saat ini kekurangan stok vaksin," ujarnya.

Cak Imin juga meminta upaya maksimal pemerintah dalam memastikan ketersediaan stok vaksin COVID-19 di seluruh Indonesia. Salah satunya dengan cara melakukan subsidi silang dari daerah yang banyak memiliki stok vaksin COVID-19 ke daerah yang kekurangan stok vaksin.

Ia menambahkan pemerintah juga diharapkan dapat segera meningkatkan produksi vaksin dalam negeri, maupun mengimpor vaksin dari luar negeri. Sebab menurutnya kondisi saat ini mendesak dan perlu segera terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

"Sekarang ini bulan kemerdekaan. Harapannya PKB ingin turut serta memerdekakan bangsa ini dari pandemi COVID-19. Dengan apa? Ya salah satunya vaksin itu harus dioptimalkan," pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kemenkes per hari Selasa, 3 Agustus 2021, total data penerima vaksin ke-1 di Indonesia mencapai angka 48.106.208 orang. Sementara total penerima vaksin ke-2 kini mencapai 21.436.908 orang. Angka ini dinilai masih tergolong jauh dari target sasaran vaksinasi nasional yakni sebanyak 208.265.720 orang.

(ncm/mpr)