Relawan Galang Dana Bantu Lab PCR Unand yang Tak Dapat Anggaran Pemprov

Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 13:34 WIB
Pemberitahuan permintaan donasi di Lab FK Unand (dok. Istimewa)
Pemberitahuan permintaan donasi di Lab FK Unand (Foto: dok. Istimewa)
Padang -

Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Padang, terpaksa meminta donasi untuk pemeriksaan tes PCR Corona karena tak ada anggaran dari Pemprov Sumbar. Relawan Kawal COVID-19 Sumbar turun tangan menggalang dana.

"Kita mendengar dan melihat bagaimana kondisi yang terjadi di labor. Mereka sepertinya sedang kesulitan, sehingga kita harus galang donasi untuk bersama-sama membantu," kata salah satu inisiator Kawal COVID-19 Sumbar, Yul Akhyari Sastra, kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Dia mengaku khawatir data COVID-19 di Sumbar bakal berantakan jika lab FK Unand berhenti beroperasi. Dia menilai hal itu berbahaya bagi penanganan COVID-19.

"Kita khawatir kalau (sampai) labor berhenti beraktivitas, sama artinya dengan membiarkan Sumbar tak punya data tentang perkembangan COVID. Kondisi itu tentu membahayakan karena bisa terjadi out break," ujar Yul.

Relawan Kawal COVID-19 terdiri atas para akademisi, politikus, profesional, tokoh masyarakat, penyintas COVID-19, kepala daerah, dan jurnalis. Menurut Yul, apa yang dilakukan laboratorium FK Unand selama ini telah membantu penanganan COVID di Sumatera Barat.

"Sebenarnya kita yang butuh labornya, bukan labor yang butuh kita. Jadi jangan biarkan labor menjerit. Kami tidak ingin berdebat soal Pemprov mau membantu atau tidak atau Pemprov ingin mengalokasi bantuan atau tidak. Yang jelas, kita tidak menginginkan kondisi labor seperti hari ini, yang terpaksa memajang permintaan donasi," katanya.

Dia mengatakan sejumlah relawan Kawal COVID-19 Sumbar sudah mendatangi lab FK Unand. Menurutnya, memang ada pemberitahuan permintaan donasi seikhlasnya.

"Memang ada tertempel di sana. Kita komunikasi dengan pihak di sana memang begitulah keadaannya 7 bulan tidak dapat APBD," jelas Yul.

Inisiator Kawal COVID lainnya, Sari Lenggogeni, menyebut sudah terkumpul hampir Rp 70 juta dari berbagai kalangan yang peduli pada nasib laboratorium FK Unand. Dana akan diteruskan ke laboratorium FK Unand.

"Kita sampaikan secara terbuka dan transparan. Semua sumbangan akan kita teruskan ke labor untuk kelanjutan aktivitasnya," jelas Sari.

Sebelumnya, Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi FKI Unand meminta donasi guna menopang aktivitas pemeriksaan tes usap PCR. Langkah tersebut dilakukan karena dukungan anggaran dari Pemprov Sumbar yang tidak cair.

Laboratorium yang dipimpin dokter Andani Eka Putra ini merupakan lembaga terpenting selama ini dalam penanganan COVID-19 di Sumbar. Selain itu, aktivitas laboratorium menjadi rujukan pemeriksaan sampel selama ini yang dilakukan secara gratis.

Permintaan donasi itu dituliskan dalam secarik kertas yang ditempelkan di salah satu sudut laboratorium yang berada di kawasan Jati, Kota Padang, itu. Lab Unand meminta donasi untuk biaya bahan habis pakai (consumables) pada setiap pengambilan uji swab yang dilakukan di sana.

"Sudah sejak tiga hari lalu kami jalankan," kata Andani kepada wartawan.

Lihat juga Video: Cegah Varian Delta Meluas, Satgas Ubah Pola Pelacakan Kasus Covid-19

[Gambas:Video 20detik]




(haf/haf)