KPK Telusuri Dana Aspirasi di Kasus TPPU Eks Politikus PKS Yudi Widiana

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 04 Agu 2021 09:06 WIB
Film dokumenter KPK Endgame ditonton oleh pegawai tak lolow TWK.
Ilustrasi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesdirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Charisal Akdian Manu sebagai saksi kasus dugaan TPPU tersangka eks politikus PKS, Yudi Widiana Adia (YWA). KPK mengkonfirmasi Charisal soal aliran uang kepada Yudi Widiana yang digunakan untuk dana aspirasi DPR tahun 2015.

"Charisal Akdian Manu (Sekretaris Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian PUPR), yang bersangkutan telah hadir pada Senin (2/8/2021) kemarin. Adapun tim penyidik mendalami keterangan saksi antara lain mengenai adanya aliran sejumlah uang kepada tersangka YWA yang berkaitan dengan peruntukkan dana aspirasi DPR pada tahun 2015," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

KPK juga memanggil dua saksi lainnya yakni wiraswasta Us Us Ustara dan ibu rumah tangga Rikit Framanik. Namun, mereka tidak hadir tanpa konfirmasi dan diimbau untuk hadir.

"Saksi tidak hadir dan tanpa konfirmasi yaitu Us Us Ustara (wiraswasta) dan Rikit Framanik (ibu rumah tangga) karenanya KPK menghimbau untuk hadir pada jadwal pemanggilan berikutnya," ujar Ali.

Yudi Widiana Adia merupakan tersangka KPK dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Yudi ditetapkan sebagai tersangka hasil pengembangan perkara dari operasi tangkap tangan (OTT) kasus terkait proyek pembangunan infrastruktur di Maluku Utara.

Yudi divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider kurungan 3 bulan. Yudi terbukti menerima uang suap Rp 11,1 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng. Selain itu, hak politik Yudi dicabut selama 5 tahun oleh hakim.

Hakim menyebutkan adanya kerja sama Yudi--yang merupakan Wakil Ketua Komisi V DPR saat itu--dengan M Kurniawan. Saat menerima uang itu, Kurniawan menghubungi Yudi dengan komunikasi kode, yaitu '4 juzz' yang artinya uang Rp 4 miliar.

KPK juga telah mengeksekusi Yudi Widiana Adia ke Lapas Sukamiskin Bandung. Yudi akan menjalani hukuman bui selama 9 tahun.

Atas perkara ini, Yudi terbukti melanggar Pasal 12 huruf b dan Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 65 KUHP.

(lir/lir)