Anies-Sandi Berduka, Kenang Dedikasi Almarhum Soerjadi Soedirja Bangun Jakarta

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 14:32 WIB
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta ke-10 Soerjadi Soedirdja meninggal dunia hari ini. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Soerjadi meninggal dunia di RS Mayapada, Jakarta Pusat, bukan karena COVID-19.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, Bapak Surjadi Soedirdja, Gubernur DKI Jakarta periode 1992-1997," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).

Jenazah dibawa ke rumah duka di Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Anies mengenang Soerjadi sebagai sosok teladan di jajaran Pemprov DKI.

"Segenap jajaran Pemprov DKI Jakarta mengucapkan dukacita yang mendalam atas kepulangan beliau. Dedikasi beliau selama ini dalam membangun Jakarta akan terus terpatri di dalam ingatan kita semua," ucapnya.

Ucapan duka juga disampaikan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Ia juga berbelasungkawa atas kepergian Soerjadi. Sandiaga mengenang sosok Soerjadi sebagai senior yang baik selama bertugas di Pemprov DKI.

"Innalillahi wa innailihi rojiun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu. Turut berduka cita atas kepergian bapak Soerjadi Soedirdja. Beliau adalah senior sekaligus juga mentor waktu kami bertugas di Pemprov DKI," ujar Sandiaga.

Politikus Gerindra yang kini menjabat Menparekraf itu menyebut, semasa hidupnya, Soerjadi selalu mengingatkannya untuk bisa menempatkan diri di masyarakat. Juga pentingnya menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga Ibu Kota.

"Dalam proses pencalonan, beliau selalu memberikan arahan bahwa dalam membina hubungan dengan masyarakat-warga, kita harus menempatkan diri dengan penuh perhatian kepada kebutuhan dasar dari masyarakat. Bukan hanya menghadirkan infrastruktur, tapi juga membangun sisi ekonomi kesehatan dan beliau menekankan pentingnya penyediaan lapangan kerja bagi warga DKI Jakarta," imbuhnya.

Berdasarkan informasi dari Pemprov DKI, Soerjadi meninggalkan seorang istri, 2 anak, dan 3 cucu. Dalam perjalanan kariernya, Soerjadi menjabat Pangdam Jaya pada 1988 hingga 1990 setelah dipercaya menjadi Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro. Pada 1992, Soerjadi menjabat Gubernur DKI Jakarta ke-10, menggantikan posisi Letjen TNI (Purn) Wiyogo Atmodarminto.

Pada masa kepemimpinannya sebagai gubernur, berbagai program untuk warga telah dilaksanakan, seperti pembangunan rumah susun serta penambahan kawasan hijau dan jumlah daerah resapan air. Selama menjabat gubernur, Soerjadi juga menjunjung tinggi dan menerapkan kedisiplinan serta meningkatkan kualitas sumber daya aparatur di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Berkat kedisiplinan yang dibangun di masa kepemimpinannya, Pemprov DKI Jakarta menerima Penghargaan 'Samya Krida Tata Tenteram Karta Raharja'. Penghargaan itu merupakan apresiasi atas hasil karya tertinggi dalam melaksanakan pembangunan 5 tahun.

(idn/idn)