Efektifkah Politikus Pencitraan Nebeng Emas Greysia/Apriyani?

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 03 Agu 2021 06:29 WIB
Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih emas cabor bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020 nomor ganda putri. Mereka mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dua gim langsung 21-19 dan 21-15.
Greysia/Apriyani (AP Photo/Dita Alangkara)
Jakarta -

Ucapan sejumlah politikus atas keberhasilan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu memenangkan medali emas Olimpiade Tokyo 2020 menjadi sorotan gara-gara foto politikus tersebut ikut tampil. Pakar komunikasi digital UI, Firman Kurniawan, menganalisis fenomena foto politikus muncul dalam ucapan selamat kepada atlet.

Firman awalnya menjelaskan bahwa cara mengkomunikasikan diri pada event dan moment yang sedang menjadi perhatian publik, lebih dahulu diadaptasi di dunia komunikasi pemasaran. Di bidang komunikasi pemasaran berlaku rumus untuk membangun perhatian publik, perlu memperhatikan event dan moment.

Event adalah peristiwa tertentu yang relevan dengan produk dan moment adalah saat terjadinya puncak perhatian publik. Baik event maupun momentumnya jadi relevan dengan produk yang diluncurkan.

"Pada komunikasi politik, senada cara berpikirnya: adanya event dan moment, memberikan alasan bagi munculnya profil politisi di hadapan publik. Tanpa kedua unsur itu, publik akan bertanya, untuk tujuan apa politisi memunculkan wajahnya di hadapan publik. Buang-buang waktu saja," kata Firman kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Menurut Firman, gelaran olimpiade merupakan event langka, yang tak terjadi setiap tahun. Terlebih di tengah kejenuhan kabar duka Corona, event ini jadi penawar kesedihan. Sehingga perhatian teralihkan yang merupakan keinginan wajar untuk menjaga kesehatan mental.

"Event olimpiade merupakan tawaran baik bagi masyarakat Indonesia. Bandingkan juga dengan Piala Eropa, yang juga mampu menyedot perhatian besar publik. Terlebih ketika di event ini ada atlet Indonesia yang mempertaruhkan kemenangannya," ujar Firman.

"Terlebih, manakala ada atlet Indonesia mampu mencetak kemenangan meraih perunggu, perak, terlebih emas, tentu jadi momentum yang dinantikan. Semua perhatian tertuju padanya. Menyelipkan foto profil sambil mengucapkan selamat, di momentum puncak ini, tentu akan sedikit mengalihkan perhatian pada pemberi ucapan selamat," sambungnya.

Lantas, apakah foto para politikus tersebut dipermasalahkan atau dihujat karena memanfaatkan kesempatan? Menurut Firman tak jadi soal.

"Bukankah itu juga merupakan bentuk perhatian? Itu bonus awareness, terlebih jika trending di media sosial," ucapnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: