Pinangki Diisolasi Selama 14 Hari di Lapas Wanita Tangerang

Andi Saputra - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 21:09 WIB
Pinangki ditahan di LP Wanita Tangerang
Pinangki Sirna Malasari saat dieksekusi ke Lapas Wanita Tangerang. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Pinangki Sirna Malasari dieksekusi ke Lapas Wanita Tangerang. Eks jaksa itu harus menghuni lapas untuk 4 tahun ke depan karena korupsi dan mencuci uang hasil kejahatan makelar fatwa Mahkamah Agung (MA).

Nah, untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru, Pinangki diisolasi terlebih dahulu selama 14 hari ke depan.

"Betul yang bersangkutan ditempatkan di sel isolasi selama 14 hari di blok mapenaling (masa pengenalan lingkungan)," kata Kabag Humas dan Publikasi Ditjen Pas, Rika Aprianti, saat dihubungi detikcom, Senin (2/8/2021).

Pinangki dieksekusi Kejari Jakpus, Senin (2/8), sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelumnya, Pinangki menghuni sel di kantornya sendiri di Kejaksaan Agung. Pemindahan itu setelah disorot publik karena jaksa enggan mengeksekusi Pinangki, padahal sudah putusan berkekuatan hukum tetap.

"Sesuai dengan peraturan prokes masuknya penghuni baru ke dalam lapas, setelah sebelumnya dilakukan PCR dengan hasil negatif," ucap Rika.

Siapakah Pinangki? Di jajaran kejaksaan, namanya cukup membuat orang terkejut-kejut. Meski hanya pegawai fungsional di bawah Jaksa Agung Muda Badan Pembinaan (JAM Bin) Kejaksaan Agung, sepak terjangnya membuat orang terkaget-kaget. Seperti ia bisa bepergian ke luar negeri puluhan kali dan, terakhir, menemui serta melobi-lobi Djoko Tjandra. Koruptor yang jadi buron dengan kewajiban mengembalikan uang ke negara Rp 500 miliar lebih.

Gaya hidupnya pun terbilang sangat glamor. Untuk mengurus kecantikan mukanya, jaksa Pinangki terbang ke New York, Amerika Serikat.

Namun, sepandai-pandainya Pinangki melompat, akhirnya jatuh jua, yaitu saat ia menjadi makelar kasus (markus) Djoko Tjandra.

Djoko yang berstatus sebagai buron bisa melenggang ke Jakarta, membuat e-KTP, dan mendaftar PK ke PN Jaksel. Akal bulus Djoko dibantu pengacara Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking.

Belakangan juga terungkap Djoko mengurus permohonan Fatwa Mahkamah Agung (MA) terkait kasus korupsi yang membelitnya. Di kasus ini, melibatkan jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya. Dalam dakwaan jaksa, nama Ketua MA dan Jaksa Agung disebut-sebut di kasus Fatwa MA.

Nah, untuk memuluskan aksinya di atas, Djoko menyuap aparat agar namanya di Red Notice hilang. Pihak yang disuap yaitu Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo. Seorang markus juga ikut terseret yaitu Tommy Sumardi. Mereka akhirnya diadili secara terpisah.

Berikut ini daftar hukuman komplotan Djoko Tjandra dkk:

1. Djoko Tjandra, dihukum 2,5 tahun penjara di kasus surat palsu dan 4,5 tahun penjara di kasus korupsi menyuap pejabat. Hukuman 4,5 tahun penjara disunat PT Jakarta menjadi 3,5 tahun penjara. Selain itu, Djoko harus menjalani hukuman korupsi 2 tahun penjara di kasus korupsi cessie Bank Bali. MA juga memerintahkan agar dana yang disimpan di rekening dana penampungan atau Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dikembalikan kepada negara.
2. Jaksa Pinangki, awalnya dihukum 10 tahun penjara tapi disunat oleh Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi 4 tahun penjara.
3. Irjen Napoleon divonis 4 tahun penjara.
4. Brigjen Prasetijo divonis 3,5 tahun penjara.
5. Tommy Sumardi divonis 2 tahun penjara.
6. Andi Irfan divonis 6 tahun penjara.

Simak video 'Sunat-sunat PT Jakarta untuk Vonis Pinangki-Djoko Tjandra':

[Gambas:Video 20detik]

(asp/fas)