Firli Bahuri Tak Persoalkan Bukti Kasus PT Jhonlin Dibawa Kabur, Kenapa?

Azhar Bagas - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 20:27 WIB
Truk diduga pembawa lari dokumen barang bukti kasus korupsi
Truk yang diduga membawa kabur barang bukti yang dicari KPK. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan akan terus mengusut hilangnya barang bukti korupsi saat KPK menggeledah di PT Jhonlin Baratama di Kalimantan Selatan. Firli mengatakan KPK sudah menahan pemberi suap yang artinya sudah ada bukti cukup.

"Perkara dalam perkara suap berarti ada penerima suap dan ada pemberi suap. Si pemberi suap sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah kita tahan, artinya kita yakin cukup bukti," kata Firli dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (2/8/2021).

"Sekarang kalau tersangkanya sudah ada, berarti kita cukup buktinya, maka kita lakukan penahanan," imbuhnya.

Barang bukti korupsi yang dimaksud terkait dengan kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kemenkeu.

Dua eks pejabat Ditjen Pajak yang diduga menerima suap itu ialah Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019 Angin Prayitno Aji (APA) serta Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak Dadan Ramdani (DR). Mereka diduga menerima suap dari tiga perusahaan, yakni PT Gunung Madu Plantations, PT Bank PAN Indonesia (Panin), dan PT Jhonlin Baratama.

Firli mengatakan, jika bukti permulaan cukup, KPK akan menyelidiki hingga menentukan tersangkanya. Selanjutnya, KPK tentu akan melakukan penyidikan lebih lanjut guna terangnya suatu perkara.

"Bukti permulaan cukup itu adalah dasar kita untuk mengatakan apakah betul pelajari suatu peristiwa pidana dan menentukan tersangkanya. Karena seorang tersangka itu sebagaimana yang saya sampaikan adalah seseorang karena perbuatannya dan atau keadaannya. Berdasarkan bukti permulaan cukup, patut diduga sebagai pelaku tindak pidana," katanya.

"Nah terkait dengan itu maka menjadi penting kita mencari bukti permulaan cukup, setelah itu kita lakukan dalam rangka penyidikan menemukan bukti yang cukup dan kita bisa membuat terang suatu perkara pidana, ketemu tersangka," tambahnya.

Barang Bukti Dibawa Kabur Pakai Truk

Diketahui sebelumnya, dokumen di PT Jhonlin Baratama, di Kalsel, yang tengah digeledah KPK, diduga dibawa kabur menggunakan truk. KPK kini memburu truk yang membawa barang bukti terkait dugaan kasus korupsi itu.

KPK menggeledah kantor PT Jhonlin Baratama dan sebuah lokasi di Kecamatan Hambalang, Kabupaten Kotabaru, Kalsel, pada Jumat (9/4). Penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan.

Namun, pada penggeledahan itu, KPK tidak menemukan barang bukti. Barang bukti itu ternyata dibawa lari dengan sebuah truk.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, benar tim penyidik KPK pernah mendapatkan informasi dari masyarakat adanya mobil truk," ucap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, melalui pesan singkat, Senin (12/4).

Ali mengatakan truk itu ditemukan di Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Namun, saat tim KPK datang, truk itu sudah hilang.

"Di sebuah lokasi di Kecamatan Hampang, Kabupaten Baru, Kalimantan Selatan, yang diduga menyimpan berbagai dokumen terkait perkara yang sedang dilakukan penyidikan tersebut," katanya.

(jbr/dhn)