Pengacara Heran Ketua PCNU Tak Diseret ke Pengadilan Seperti Habib Rizieq

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 11:33 WIB
Pengacara pastikan Habib Rizieq penuhi pemeriksaan sebagai tersangka
Foto: Sugito Atmo Pawiro, pengacara Habib Rizieq di Polda Metro (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS), Sugito Atmo Prawiro angkat bicara tentang kasus kerumunan Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin. Sugito mengaku heran kasus Adbullah tidak dibawa ke pengadilan, padahal kasusnya sama dengan Habib Rizieq.

"Kok kasus pelanggaran prokes hanya HRS yang sampai di seret ke muka persidangan," kata Sugito kepada wartawan, Senin (2/8/2021).

Sugito mengatakan penegakan kasus kerumunan Abdullah harus adil. Dia meminta aparat tidak tebang pilih.

"Hukum harus adil, jangan tebang pilih," tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Aziz Yanuar yang juga pengacara Habib Rizieq. Aziz menyinggung tentang keadilan di kasus kerumunan akad nikah anak Abdullah.

"Ketidakadilan dan penegakan hukum diskriminatif sudah biasa sepertinya di sini, itulah sebab utama keberkahan dicabut dari negeri ini, dan musibah tak kunjung usai bahkan ketidakadilan ini akan sebabkan kehancuran," ujar Aziz.

Azis mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah orang yang bertanggung jawab terkait keadilan di Indonesia. Dia kembali mengutip hadis.

"Yang dapat menyelamatkan ini hanya pak Jokowi sebagai pemimpin, yang bertanggung jawab penuh pula akan ini, mohon perhatikan ini pak Jokowi: "Sesungguhnya manusia yang paling dicintai Allah SWT dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat adalah pemimpin yang adil, sedangkan manusia paling dibenci oleh Allah dan paling jauh tempat duduknya adalah pemimpin yang zalim." (HR At-Tirmidzi)," katanya.

"Jadilah pemimpin yang dicintai Allah... jangan yang dicintai manusia... manusia akan mati, dan tidak akan jadi penolong kelak, sementara Allah akan kekal dan akan jadi penolong Anda, dan sebaik baik penolong setiap saat," lanjut Azis.

Diketahui, Abdullah Syamsul Arifin didenda Rp 10 juta karena melanggar penerapan PPKM Level 4 di Jember. Pria yang karib disapa Gus Aab itu menggelar akad nikah putrinya yang mengabaikan prokes yakni menimbulkan kerumunan.

Akad nikah tersebut terjadi pada 28 Juli 2021. Lokasinya di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arifin Dusun Krajan, Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari.

Rekaman video acara akad nikah itu juga sempat beredar di medsos dan sejumlah grup WA.

Simak video 'Jaksa Minta Habib Rizieq Diperiksa dalam Kasus Dugaan Terorisme Munarman':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/tor)