Terminal Kalideres Sepi, Jumlah Penumpang Turun Hingga 80%

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 11:26 WIB
Suasana di Terminal Kalideres Jakbar
Suasana di Terminal Kalideres Jakbar (Foto: Karin/detikcom)
Jakarta -

Penerapan PPKM Level 4 di DKI Jakarta berdampak ke seluruh aspek. Terminal-terminal bus yang biasanya ramai penumpang kini tampak sepi.

Pantauan detikcom pukul 10.55 WIB, Senin (2/8/2021), di Terminal Kalideres, Jakarta Barat tampak bus antarkota maupun antarpulau terparkir rapi menunggu penumpang. Tak terlihat kerumunan penumpang bus yang hendak melakukan perjalanan.

Suara sahut-sahutan antara kenek bus juga terdengar. Mereka menawarkan jasa busnya kepada setiap orang yang terlihat membawa tas bawaan.

"Ibu bapak mau ke mana? Ayo sama saya saja," ujar salah satu kernet bus.

Beberapa penumpang pun terlihat tak menghiraukan mereka. Sepinya pengunjung di Terminal Kalideres ini juga dibenarkan oleh Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen.

"Masih sepi, hari ini kan terakhir perpanjangan, masih sepi mba, tuh (bis tujuan) Jawa, Sumatera masih sepi," ujar Revi saat ditemui di kantornya, Senin (2/8/2021).

Revi juga menyebut jika penumpang yang berangkat dari Terminal Kalideres mengalami penurunan drastis. Bahkan dia menyebut penurunan penumpang mencapai angka 80 persen.

"Ada 80% penurunan penumpang. Jadi gini kalau dulu sebelum pandemi penumpang ada 1.600-1.700 per hari, pandemi penumpang jadi turun paling banyak 400 lah. Nah kemarin turun jadi puluhan orang," jelas Revi.

Dari data yang diterima detikcom terkait operasional bus dan penumpang periode 5 Juli 2021 hingga 1 Agustus 2021, penumpang yang berangkat dari Terminal Kalideres tak mencapai angka 100 penumpang per hari. Bahkan, di tanggal 20 Juli 2021 penumpang yang berangkat hanya 29 orang saja.

"Padahal dulu termasuk banyak yang datang termasuk armada busnya. Sekarang bus berkurang kadang dia nunggu disini juga berkurang dia standby aja gitu," kata Revi.

Revi mengatakan, penurunan drastis jumlah penumpang ini juga disebabkan oleh kendala ekonomi yang dimiliki para penumpang. Selain itu, persyaratan harus membawa surat bebas COVID-19 juga dianggap memberatkan sejumlah penumpang menengah ke bawah.

"Kemungkinan banyak perusahaan atau pabrik yang tutup termasuk usaha dagang banyak yang PHK sehingga mempengaruhi (ekonomi penumpang) juga," ungkap Revi.

Sejauh ini, kota Padang menjadi tujuan favorit penumpang bus. Revi menyebut, ini dikarenakan kebanyakan pemilik toko yang terkena imbas pandemi berasal dari Padang.

"Tujuan ke Padang paling banyak, mungkin karena di sini dagangannya pada menurun ya jadi pada mutusin buat pulang ke Padang. Dulu mah ke Jawa itu banyak sekali. Sekarang malah ke Padang paling banyak," tutup Revi.

(knv/knv)