Komisi VIII Nilai Durasi Khotbah Relatif: Sesuai Rukun, Tak Perlu Lama

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 08:48 WIB
masjid.
Ilustrasi masjid. (Dikhy Sasra/detikcom)
Jakarta -

Komisi VIII DPR angkat bicara soal usulan khotbah berdurasi 15 menit. Komisi VIII DPR menilai khotbah tidak perlu dilakukan lama-lama.

"Soal batasan waktu, tentu relatif ya. Tidak perlu lama-lama, yang penting memenuhi rukun khotbah dan menyampaikan ajakan untuk berbuat ketakwaan, amar ma'ruf (mengajak kebaikan) dan nahyu al-munkar (melarang kemungkaran)," jelas Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily kepada detikcom, Minggu (1/8/2021).

Kata Ace, dalam Islam, khotbah memiliki rukun yang harus dipenuhi. Bila tidak dipenuhi, itu akan berpengaruh terhadap kualitas salat.

"Maka sebaiknya khotbah itu menyampaikan ajaran-ajaran ketakwaan secara jelas, tegas, dan ringkas, serta tidak bertele-tele. Apalagi jika dalam mimbar khotbah itu menjelek-jelekkan orang lain," ujar Ace.

"Dalam kaitan itu, seorang khatib tentu harus mampu mempersiapkan teks khotbahnya dengan sebaik-baiknya agar dapat dipahami dan diresapi secara seksama oleh para jamaah," jelas Ace.

Dengan begitu, diharapkan jemaah tidak mengantuk. Sebab, materi khotbah sudah disiapkan secara matang.

"Jika materi khotbahnya menarik, insyaallah tidak akan membuat jemaah menjadi bosan, apalagi ngantuk. Jadi sebaiknya para khatib dapat menyesuaikan dengan kondisi para jemaahnya. Apalagi di era pandemi ini, apabila diperbolehkan menggelar Jumatan di masjid, sebaiknya khotbahnya dipersingkat saja. Yang penting sesuai dengan rukun khotbah dan pesan-pesan takwa tersampaikan kepada jemaah," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua DPP PKS yang juga anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf, berpendapat kebijakan durasi khotbah tergantung masjid di masing-masing daerah.

"Hal-hal seperti ini tidak perlu pemerintah ikut-ikutan ngatur karena masing-masing masjid memiliki kearifan lokal," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Wadah Shilaturrahmi Khatib Indonesia (Wasathi) mengungkapkan bahwa ada usulan khotbah di masjid-masjid di seluruh Indonesia dibatasi hanya 15 menit. Dengan pembatasan waktu, jemaah diharapkan dapat lebih khusyuk mendengarkan khotbah.

Pembatasan waktu khotbah ini merupakan usul pengasuh Ma'had Arrohimiyah Cengkareng, KH Ishom El Saha. Usulan tersebut disampaikan KH Ishom saat menjadi pembicara dalam acara Sarasehan Khatib Moderat, yang digelar secara virtual dari Aula Masjid Al Ijtihad, Jakarta Barat, Sabtu (31/7).

Menurut KH Ishom, khotbah di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, sudah lama mendapat kritik. Pada zaman Prof Mukti Ali (Menteri Agama RI periode 1971-1978), misalnya, khotbah di beberapa kota besar disinyalir tidak sesuai rukun khotbah.

Banyak hal di luar rukun khotbah yang justru lebih dominan selama khotbah berlangsung. Dengan khotbah yang hanya 15 menit, dia merasa khatib akan lebih fokus dan cermat, sehingga rukun tetap terpenuhi dan kondisi jemaah tetap khusyuk mendengarkan khotbah.

"Prof Mukti Ali sempat berkeliling mencermati khotbah di Indonesia. Beliau mencermati bahwa di kota-kota besar ada beberapa khotbah yang rukunnya kurang. Rata-rata khatib bermodal kemampuan berpidato namun pengetahuan khotbahnya kurang. Ini kritik Pak Mukti Ali. Beliau memperhatikan khotbah bahwa rukun dan syaratnya terpenuhi tidak," ujar KH Ishom, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima dari Bendahara Wasathi, Hilman Kurtubi, Minggu (1/8).

(isa/imk)