MUI soal Usulan Khotbah 15 Menit: Bukan Durasi yang Bikin Jemaah Ketiduran

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 13:40 WIB
Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Muhammad Cholil Nafis.
Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis (dok. detikcom)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai usul khotbah dibatasi hanya 15 menit kurang tepat. Menurut MUI, yang terpenting khotbah yang disampaikan bisa dipahami jemaah.

"Memang khotbah yang baik itu yang tak panjang-panjang dan salatnya yang lebih lama. Tapi membatasi khotbah dengan waktu tentu kurang tepat karena masing orang, keperluan dan daerah pasti beda-beda," kata Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis kepada wartawan, Minggu (1/8/2021).

Cholil menyarankan dibangun kesadaran agar khatib memahami kebutuhan dan latar belakang jemaah. Lagi pula, sambung dia, saat ini sudah banyak masjid yang membuat aturan sendiri perihal khotbah dan salat di tempat mereka.

"Baik dibangun kesadaran khatib dan takmir tanpa kita membatasi. Di sebagian masjid sudah dilakukan berupa anjuran seperti tulisan di mimbar, khotbah dan salat Jumat kurang-lebih 20 menit," terang Cholil.

Meski demikian, Cholil tak menampik jika dikatakan khotbah sebaiknya tidak lama-lama. Untuk masalah jemaah tidur, menurutnya, itu dapat disebabkan sejumlah faktor, salah satunya materi khotbah tidak menarik.

"Tapi memang baiknya tak panjang, tapi dapat memahamkan jemaah untuk takwa dan amal saleh. Kalau soal ada yang tidur bukan karena kelamaan semata, tapi banyak faktor, seperti materi tak menarik atau memang jemaahnya biasa tidur," tuturnya.

Baca usulan khotbah dibatasi 15 menit di halaman berikutnya.

Simak juga 'Menag Tegaskan Masjid Tak Ditutup, Hanya Melarang Ibadah Berjamaah':

[Gambas:Video 20detik]