PDIP DKI Kritik Vaksin Jadi Syarat Kegiatan Warga: Rugikan PKL-Warteg

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 08:33 WIB
Sejumlah Warteg di Ibu Kota Jakarta tetap buka di hari pertama puasa. Mereka pintu dan jendela dengan tirai untuk menghormati yang berpuasa.
Ilustrasi pedagang warteg (Rengga Sencaya/detikcom)
Jakarta -

PDIP mengkritik kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang membuka semua kegiatan dengan syarat vaksinasi COVID-19. PDIP menilai daerah penyangga Jakarta belum masif vaksinasi COVID-19 sehingga akan mempengaruhi kebijakan di Ibu Kota.

Sekretaris Komisi E DPR RI Fraksi PDIP Jhonny Simanjuntak mulanya menyebut banyaknya pekerja dari Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang yang mencari nafkah di Jakarta. Vaksinasi di 4 kota penyangga Jakarta itu, jelas Jhonny, belum masif.

"Mereka yang datang dari Bogor, dari Depok, dari Tangerang, Bekasi, Karawang artinya kalau itu (syarat vaksin) dilaksanakan (tidak efektif), sementara di sana kan belum begitu gencar seperti di DKI," jelas Jhonny ketika dihubungi, Minggu (1/8/2021).

Jhonny meminta Pemprov bijak menerapkan aturan. Karena ia khawatir kebijakan syarat vaksin itu akan menyulitkan rakyat kecil.

"Itu (kebijakan syarat vaksin) akan merugikan pedagang kaki lima, (pedagang) warteg, karena yang makan di situ bukan hanya warga Jakarta, tetapi pekerja dari Bogor, dari Depok, mereka juga belum masif pelaksanaan vaksinasinya belum seperti DKI," lanjutnya.

Anggota DPRD Fraksi PDIP Jhonny SimanjuntakAnggota DPRD Fraksi PDIP Jhonny Simanjuntak (Foto: Dok. Istimewa)

Menurut Jhonny, peraturan dibuat harus adil. Peraturan yang terbentuk tidak boleh merugikan orang lain.

"Lebih bagus Pemprov itu mengintensifkan vaksinasi itu, menjemput dari rumah ke rumah, itu jauh lebih bijaksana. Kenapa kita tidak bisa door-to-door kerja sama puskesmas dengan RT/RW," terangnya.

Meski begitu, Jhonny menyebut ada kalanya Pemprov DKI dapat melaksanakan kebijakan syarat vaksinasi. "Betul, pokoknya yang di sekitar Jakarta (vaksinasi dimasifkan terlebih dahulu)," sambung Jhonny.

Anies Buka Opsi Vaksin Jadi Syarat Kegiatan

Anies Baswedan mengungkap kasus aktif Corona di Ibu Kota menurun dan mengungkap DKI mencapai target 7,5 juta dosis vaksin virus Corona telah diberikan kepada masyarakat di Jakarta. Anies lantas berbicara tentang tahapan pembukaan kegiatan masyarakat dengan syarat sudah divaksinasi.

"Dengan melihat data-data tadi dan dengan melihat kenyataan bahwa di Jakarta kecepatan pemberian vaksin cukup tinggi dan jangkauan yang sudah tervaksin sudah sampai 7,5 juta, maka kami memutuskan vaksin menjadi bagian dari tahapan untuk kegiatan di masyarakat, baik kegiatan ekonomi, keagamaan, sosial, budaya di Jakarta," kata Anies dalam keterangan lewat kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Anies menjelaskan tahapan yang dimaksud itu tentu diawali dengan proses vaksinasi. Berbagai sektor usaha pun akan diperbolehkan buka jika seluruhnya sudah divaksinasi.

"Artinya apa, sebelum kegiatan dimulai, pelaku di sektor itu, pelaku kegiatannya harus vaksinasi dulu. Jadi pembukaannya akan diatur bertahap dan tahapan itu ada kaitannya dengan vaksin," ujar Anies.

"Jadi misalnya tukang cukur mau buka, boleh, tapi tukang cukur yang vaksin dulu dan yang mau cukur harus sudah vaksin. Warung-restoran mau buka boleh, tapi karyawannya vaksin dulu, yang mau makan di restoran juga harus sudah vaksin. Kantor-kantor non-esensial mau buka, boleh, tapi harus mereka yang bekerja sudah vaksin dulu," imbuhnya.

Anies mengatakan sulit menerima alasan warga Jakarta yang mengaku tidak bisa divaksinasi Corona. Sebab, kata Anies, lokasi vaksinasi sudah banyak tersebar di beberapa titik di Jakarta.

"Gini, lokasi vaksinasi ada di mana saja, Anda tinggal datang hari ini, besok langsung bisa vaksin. Jadi kalau mau ke pasar besok, hari ini bisa vaksin di ratusan tempat di Jakarta. Jadi alasan bahwa tidak bisa vaksin, itu kalau untuk Jakarta agak sulit diterima alasan itu, karena Anda bisa akses di mana saja, kapan saja, Anda tinggal datang lalu melakukan vaksinasi cukup dengan atau kali vaksin sesudah itu Anda bebas bergerak," kata Anies usai menghadiri peluncuran 'Vaksinasi Merdeka' di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/8/2021).

(isa/imk)