Pembeli Keberatan Aturan Wajib Vaksin Corona ke Lokbin Kramat Jati

Nur Aziza - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 14:20 WIB
Pembeli di Lokbin Kramat Jati, Alya (kanan)/Nur Aziza-detikcom
Pembeli di Lokbin Kramat Jati, Alya (kanan). (Nur Aziza/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mewajibkan pembeli sudah disuntik vaksin Corona ketika hendak berkunjung ke pasar tradisional dan yang lainnya. Pembeli di Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati mengaku keberatan dengan aturan ini.

Salah satu pembeli, Alya (18), mengaku belum tahu aturan baru dari Pemprov DKI tersebut. Dia juga mengaku belum mendapatkan vaksinasi Corona meski sudah mendaftarkan diri untuk disuntik vaksin.

"Memberatkan sih menurut aku," ujar Alya di Lokbin Kramat Jati, Sabtu (31/7/2021).

Dia mengaku sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksin Corona. Namun dia mengaku belum juga dipanggil untuk pelaksanaan vaksin.

"Susah juga ambil akses vaksinnya, saya sudah daftar berkali-kali cuma belum di-acc, nggak bisa-bisa akunnya," kata Alya.

Alya menilai aturan itu tidak perlu ada karena akses vaksin sulit seperti yang dirasakannya. Dia menyebut hal itu membuat susah.

"Nggak perlu diadain itu sih," jelas Alya.

Pembeli lainnya, Alifah (19), mengaku sudah divaksinasi satu kali dan sedang menunggu vaksinasi Corona kedua. Alifah mengatakan sudah mendengar aturan wajib vaksin Corona bagi pengunjung pasar, namun dia mengaku tak ada yang menanyakan dirinya sudah divaksinasi atau belum.

"Nggak (ditanya soal vaksinasi atau belum)," ujar Alifah.

Alifah menilai aturan itu berlebihan bagi pembeli. Menurutnya, aturan tersebut tak perlu ada karena warga harus membawa-bawa bukti telah disuntik vaksin Corona ke mana-mana.

"Kalau mau ke mana-mana harus ada kartu vaksin, bisa dibilang ada yang nggak mau divaksin, ada sebagian yang mau. Itu sih agak terlalu berlebihan, harusnya biasa saja," ujar Alifah.