Round-Up

Pro Kontra Wanti-wanti Pandu Riono soal Jebakan Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 07:00 WIB
Epidemiolog UI Pandu Riono (Dok web situs FKM UI)
Foto: Epidemiolog UI Pandu Riono (Dok web situs FKM UI)
Jakarta -

Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengingatkan Indonesia saat ini sedang menuju jebakan pandemi. Wanti-wanti Pandu itu menimbulkan pro dan kontra.

Wanti-wanti dari Pandu itu disampaikan cuitan di akun Twitternya, @drpriono1. Dalam cuitan itu, Pandu menyebut (mention) akun Twitter Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pak @jokowi Indonesia sedang menuju jalur Jebakan Pandemi (Pandemic Trap) yg semakin dalam dan semakin sulit bisa keluar dengan lebih cepat. Respon kendali tak bisa dg tambal-sulam spt sekarang. Pilihannya hanya satu, kendalikan pandemi dg 3M, Tes-Lacak-Isolasi dan Vaksinasi," tulis Pandu di Twitter seperti dilihat, Jumat (30/7/2021).

Pandu menyebut Indonesia menuju jalur jebakan pandemi karena saat ini RI belum berhasil mengendalikan pandemi. Dia menyebut belum ada tanda-tanda RI akan berhasil melawan pandemi.

"Karena kan sampai sekarang kan kita belum berhasil mengendalikan pandemi, nggak beres-beres. Nggak ada tanda-tanda bahwa kita akan berhasil pakai cara apapun. Artinya kita bisa lama sekali baru bisa menyelesaikan pandemi. Jadi Pak Jokowi sudah berakhir masa jabatannya mungkin juga belum selesai," kata Pandu saat dihubungi, Jumat (30/7) malam.

Menurut Pandu Riono, istilah jebakan pandemi atau pandemic trap memang ada dalam ilmu epidemiologi. Dia mengungkapkan mengatasi wabah harus dilakukan secara terencana dan terstruktur.

"Seperti kita terperangkap dalam situasi yang kita tidak tahu. Saya tidak tahu yang kita sebut analogi yang tepat itu apa, tapi dalam istilah epidemiologi itu ada tentang wabah trap yang kita tidak bisa mengatasinya karena kita tidak mengatasinya secara terencana, terstruktur," ungkap Pandu.

Tanggapan Kemenkes

Kementerian Kesehatan menerima masukan dari Pandu Riono itu. Kemenkes menyatakan bahwa testing dan tracing terus ditingkatkan.

"Kami mengapresiasi semua masukan para ahli yang mendukung upaya kita bersama untuk segera mengatasi pandemi," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom menanggapi pernyataan Pandu Riono, Sabtu (31/7).

Siti mengatakan saat ini pemerintah tengah menggencarkan tes COVID-19 dan pelacakan (tracing), juga pemberian vaksin. Itu adalah langkah pemerintah untuk mengatasi pandemi.

"Terkait usulan untuk memperkuat testing dan tracing serta mempercepat vaksinasi, saat ini sudah terus kita gencarkan, bahkan ini sudah perintah langsung dari Menteri Dalam Negeri kepada seluruh gubernur dan bupati/wali kota untuk mencapai target testing, termasuk upaya percepatan vaksinasi," kata Siti.

Lebih lanjut, Siti mengatakan bukan hanya Indonesia yang berusaha keluar dari pandemi COVID-19. Hampir semua negara masih berjuang mengatasi virus Corona. Pada situasi seperti ini, peran masyarakat menjadi penting. Masyarakat perlu terus mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19. Kedisiplinan masyarakat terhadap prokes COVID-19 adalah kunci untuk keluar dari pandemi COVID-19.

"Sampai saat ini bahkan negara maju dan besar seperti negara-negara Eropa, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia juga belum menemukan strategi yang pasti berhasil mengatasi pandemi ini," kata Siti.