Round-Up

5 Fakta Dua Harimau Sumatera Positif Corona 'Isoman' di Ragunan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 06:01 WIB
Kabar dua ekor harimau di Ragunan terpapar virus Corona curi atensi publik. Diketahui, ini bukan kali pertama kasus infeksi virus Corona ditemukan pada hewan.
Anies jenguk harimau positif Corona / Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Kabar mengejutkan datang dari Ragunan. Dua ekor harimau Sumatera di Ragunan ternyata sempat positif Corona.

Informasi ini awalnya disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lewat Instagram, Minggu (1/8/2021). Dengan cara tak biasa, Anies mengisahkan bagaimana dua harimau bernama Tino (9) dan Hari (12) terpapar Corona.

"Dua warga DKI, Hari dan Tino terpapar COVID. Tidak ada pilihan. Mereka harus isolasi. Diputuskan untuk isolasi mandiri di tempat tinggalnya. Pasokan makanan dan obat dicukupi selama isolasi dan proses penyembuhan," tulis Anies.

"Di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mereka tinggal. Ya, Hari dan Tino adalah harimau Sumatera. Mereka didiagnosis positif COVID-19, 15 Juli lalu," lanjutnya.

Berikut sederet fakta soal 2 harimau Sumatera di Ragunan positif Corona:

Gejala Awal 2 Harimau

Pada 9 Juli, salah satu harimau Sumatra bernama Tino yang berusia 9 tahun mengalami sakit dengan gejala klinis sesak nafas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan penurunan nafsu makan. Kemudian, selang dua hari, satu harimau Sumatra lainnya bernama Hari yang berusia 12 tahun terpantau kondisi kesehatannya juga menurun dengan menunjukkan gejala klinis yang sama dengan harimau Tino.

Kabar dua ekor harimau di Ragunan terpapar virus Corona curi atensi publik. Diketahui, ini bukan kali pertama kasus infeksi virus Corona ditemukan pada hewan.Kabar dua ekor harimau di Ragunan terpapar virus Corona curi atensi publik. Diketahui, ini bukan kali pertama kasus infeksi virus Corona ditemukan pada hewan. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Harimau Jalani Swab PCR

"Pada tanggal 14 Juli, kami lakukan pengambilan sampel dengan di-swab kemudian dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, IPB Bogor. Lalu, hasilnya keluar tanggal 15 Juli yang menyatakan bahwa kedua satwa tersebut terpapar COVID-19," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati.

Kedua satwa itu segera diberikan pengobatan, di antaranya pemberian antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari.