Round-Up

Wanti-wanti Ahli ke Jokowi Sebab RI Menuju Jebakan Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 06:56 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Ahli epidemiologi asal Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mewanti-wanti Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Indonesia menuju jebakan pandemi. Pandu menilai penanganan pandemi Corona di RI kacau balau.

Pendapat itu disampaikan Pandu Riono lewat akun Twitter-nya, @drpriono1. Dia juga menyebut (me-mention) akun Twitter Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pak @jokowi Indonesia sedang menuju jalur Jebakan Pandemi (Pandemic Trap) yg semakin dalam dan semakin sulit bisa keluar dengan lebih cepat. Respon kendali tak bisa dg tambal-sulam spt sekarang. Pilihannya hanya satu, kendalikan pandemi dg 3M, Tes-Lacak-Isolasi dan Vaksinasi," tulis Pandu di Twitter seperti dilihat, Jumat (30/7/2021).

Pandu kemudian memberi penjelasan lebih lanjut alasan menyebut RI sedang menuju jebakan pandemi. Dia mengatakan RI pandemi Corona di Indonesia belum terkendali.

"Karena kan sampai sekarang kan kita belum berhasil mengendalikan pandemi, nggak beres-beres. Nggak ada tanda-tanda bahwa kita akan berhasil pakai cara apapun. Artinya kita bisa lama sekali baru bisa menyelesaikan pandemi. Jadi Pak Jokowi sudah berakhir masa jabatannya mungkin juga belum selesai," kata Pandu saat dihubungi, Jumat (30/7) malam.

Pandu menilai belum ada target yang jelas dalam menangani pandemi Corona di Indonesia. Dia menyebut cara pemerintah dalam menangani pandemi menggunakan sistem tambal sulam.

Pandu Riono, Epidemiolog FKM-UIPandu Riono, Epidemiolog FKM-UI Foto: Wahyudi (20detik)

"Masalahnya adalah kita nggak punya target. Kita mau mengakhiri pandemi itu kapan? Semuanya itu intervensinya tambal sulam. Ada kasus naik baru kita bikin PPKM darurat, padahal sudah bisa diprediksi bahwa kalau kita tidak melakukan pengetatan sejak awal maka akan terjadi peningkatan yang luar biasa," ujarnya.

Pandu lalu mengungkit Indonesia sempat mendapat peringatan soal varian baru Corona yang sudah membuat negara-negara lain waspada. Namun, katanya, langkah pencegahan tak maksimal hingga ledakan Corona terjadi.

"Sudah diingatkan oleh WHO, semuanya ngasih tahu 'ini Indonesia ada ancaman bahaya'. Pada waktu kejadian di India sudah diingatkan jangan sampai di Indonesia seperti di India. Ya kan lama-lama kita itu seperti berkubang di dalam pandemi, lubang pandemi yang luar biasa," katanya.

"Kalau kita lihat sebaran Delta dari hasil surveilans genome itu sudah sampai Papua, di setiap udah ada kasus yang dilaporkan hasil genome sequencing, tinggal nunggu ledakan aja. Satu persatu akan terjadi ledakan, seperti kita beberapa bulan yang lalu tidak mengantisipasi ketika kita menemukan di Jawa dan di beberapa wilayah di Indonesia," sambungnya.

Dia menegaskan istilah pandemic trap ada dalam epidemiologi. Dia menyebut mengatasi pandemi harus dilakukan secara terencana dan terstruktur.

"Seperti kita terperangkap dalam situasi yang kita tidak tahu. Saya tidak tahu yang kita sebut analogi yang tepat itu apa, tapi dalam istilah epidemiologi itu ada tentang wabah trap yang kita tidak bisa mengatasinya karena kita tidak mengatasinya secara terencana, terstruktur," ucap Pandu.

Respons Kemenkes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku menerima masukan dari Pandu Riono. Menurut Kemenkes, apa yang disampaikan Pandu akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menangani pandemi.

Kami mengapresiasi semua masukan para ahli yang mendukung upaya kita bersama untuk segera mengatasi pandemi," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom menanggapi pernyataan Pandu Riono, Sabtu (31/7).

Simak juga 'PPKM Level 3-4 Akan Berakhir, Lanjut atau Tidak?':

[Gambas:Video 20detik]