Dear Pak Jokowi, Pandu Riono Ingatkan RI Menuju Jalur Jebakan Pandemi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 07:45 WIB
Pandu Riono, Epidemiolog FKM-UI
Pandu Riono (Foto: Wahyudi (20detik)
Jakarta -

Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, mengatakan Indonesia sedang menuju jalur jebakan pademi (pandemic trap) yang semakin dalam. Dia menilai saat ini RI belum memiliki penanganan pandemi secara terencana dan target yang jelas.

Pendapat itu disampaikan Pandu Riono melalui cuitan di akun Twitternya, @drpriono1. Dalam cuitan itu, dia menyebut (mention) akun Twitter Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pak @jokowi Indonesia sedang menuju jalur Jebakan Pandemi (Pandemic Trap) yg semakin dalam dan semakin sulit bisa keluar dengan lebih cepat. Respon kendali tak bisa dg tambal-sulam spt sekarang. Pilihannya hanya satu, kendalikan pandemi dg 3M, Tes-Lacak-Isolasi dan Vaksinasi," tulis Pandu di Twitter seperti dilihat, Jumat (30/7/2021).

Penjelasan Pandu Riono

Saat dihubungi, Pandu menjelaskan lebih lanjut alasan menyebut RI sedang menuju jebakan pandemi itu. Dia menyebut saat ini RI belum berhasil mengendalikan pandemi.

"Karena kan sampai sekarang kan kita belum berhasil mengendalikan pandemi, nggak beres-beres. Nggak ada tanda-tanda bahwa kita akan berhasil pakai cara apapun. Artinya kita bisa lama sekali baru bisa menyelesaikan pandemi. Jadi Pak Jokowi sudah berakhir masa jabatannya mungkin juga belum selesai," kata Pandu saat dihubungi, Jumat (30/7) malam.

Indonesia, kata Pandu, belum memiliki target dalam menangani pandemi. Dia menyebut cara RI dalam menangani pandemi menggunakan sistem tambal sulam.

"Karena masalahnya adalah kita nggak punya target. Kita mau mengakhiri pandemi itu kapan? Semuanya itu intervensinya tambal sulam. Ada kasus naik baru kita bikin PPKM darurat, padahal sudah bisa diprediksi bahwa kalau kita tidak melakukan pengetatan sejak awal maka akan terjadi peningkatan yang luar biasa," katanya.

Pandu mengungkit bahwa Indonesia sempat diingatkan soal varian baru Corona yang sudah membuat negara lain waspada. Namun nyatanya yang ditakutkan benar terjadi di Indonesia.

"Sudah diingatkan oleh WHO, semuanya ngasih tahu 'ini Indonesia ada ancaman bahaya'. Pada waktu kejadian di India sudah diingatkan jangan sampai di Indonesia seperti di India. Ya kan lama-lama kita itu seperti berkubang di dalam pandemi, lubang pandemi yang luar biasa," katanya.

Menurutnya, Indonesia semakin dalam masuk ke lubang pandemi. Terlebih penularannya bukan hanya di Jawa, tapi sudah meluas ke seluruh pulau di Indonesia.

Waspadai Ledakan Corona Varian Delta

Penyebaran virus Corona varian Delta, kata Pandu, telah ditemukan di seluruh Indonesia. Dia menilai akan terjadi ledakan kasus Corona varian Delta ini.

"Kalau kita lihat sebaran Delta dari hasil surveilans genome itu sudah sampai Papua, di setiap udah ada kasus yang dilaporkan hasil genome sequencing, tinggal nunggu ledakan aja. Satu persatu akan terjadi ledakan, seperti kita beberapa bulan yang lalu tidak mengantisipasi ketika kita menemukan di Jawa dan di beberapa wilayah di Indonesia," paparnya.

Menurut Pandu Riono, istilah pandemic trap memang ada dalam ilmu epidemiologi. Dia mengungkapkan mengatasi wabah harus dilakukan secara terencana dan terstruktur.

"Seperti kita terperangkap dalam situasi yang kita tidak tahu. Saya tidak tahu yang kita sebut analogi yang tepat itu apa, tapi dalam istilah epidemiologi itu ada tentang wabah trap yang kita tidak bisa mengatasinya karena kita tidak mengatasinya secara terencana, terstruktur," ungkap Pandu.

Lihat Video: Ahli: Pandemi Ini Sudah Terkendali, Tapi yang Mengendalikan Virus

[Gambas:Video 20detik]