Round-Up

Wanti-wanti Ahli ke Jokowi Sebab RI Menuju Jebakan Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 06:56 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Siti merupakan juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan serta Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PML) Kemenkes. Dia menegaskan pemerintah tengah menggencarkan tes COVID-19 dan pelacakan (tracing), juga pemberian vaksin Corona.

"Saat ini sudah terus kita gencarkan, bahkan ini sudah perintah langsung dari Menteri Dalam Negeri kepada seluruh gubernur dan bupati/wali kota untuk mencapai target testing, termasuk upaya percepatan vaksinasi," kata Siti.

Dia menyebut bukan cuma Indonesia yang berupaya keluar dari pandemi Corona. Menurutnya, hampir semua negara masih berjuang mengatasai penyebaran virus Corona.

"Sampai saat ini bahkan negara maju dan besar seperti negara-negara Eropa, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia juga belum menemukan strategi yang pasti berhasil mengatasi pandemi ini," kata Siti.

Effendi Simbolon Salahkan Jokowi

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon, menyalahkan Jokowi terkait RI yang menuju jebakan pandemi Corona. Dia menilai Jokowi telah salah mengambil kebijakan sejak awal pandemi merebak.

"Pemerintah sejak awal tidak menggunakan rujukan sesuai UU Karantina itu, di mana kita harusnya masuk ke fase lockdown. Tapi kita menggunakan terminologi PSBB sampai PPKM. Mungkin di awal mempertimbangkan dari sisi ketersediaan dukungan dana dan juga masalah ekonomi. Pada akhirnya yang terjadi kan lebih mahal ongkosnya sebenarnya, PSBB itu juga Rp 1.000 triliun lebih ya di tahun 2020 itu," ujar Effendi kepada wartawan, Sabtu (31/7).

"Presiden tidak patuh konstitusi. Kalau dia patuh sejak awal lockdown, konsekuensinya dia belanja kan itu. Sebulan Rp 1 juta saja kali 70 masih Rp 70 triliun. Kali 10 bulan saja masih Rp 700 triliun. Masih di bawah membanjirnya uang yang tidak jelas ke mana larinya. Masih jauh lebih efektif itu daripada vaksin," sambungnya.

Effendi mengatakan banyak negara yang sukses mengatasi pandemi COVID-19 dengan cara lockdown. Dia mengatakan virus Corona itu bisa dicegah penularannya dengan cara semua orang tetap berada di rumah.

Effendi SimbolonEffendi Simbolon (Foto: Ari Saputra-detikcom)

Effendi lalu menyebut PSBB hingga PPKM yang dipilih pemerintah gagal total. Dia menyebut uang negara habis Rp 1.000 triliun dan pandemi Corona masih terus terjadi.

"PPKM ini dasarnya apa? Rujukannya apa? Arahan Presiden? Mana boleh. Akhirnya panik nggak karuan, uang hilang, habis Rp 1.000 triliun lebih. Erick Thohir belanja, Menkes belanja. Dengan hasil 0. Minus malah. Ini herd immunity karena iman saja," ujar Effendi.

Dia juga mengkritik keras para pejabat yang sibuk melakukan zoom meeting membahas pandemi Corona. Menurutnya, hal itu tak ada manfaatnya bagi warga. Dia juga menyentil para pejabat yang meninjau vaksinasi Corona.

"Kita dipertontonkan dengan pejabat ini berkunjung ke sini. Mau vaksin saja seremonial. Buat apa? Masa vaksin buat rakyat aja ada seremonial? Buat apa sih? Suntikkan aja langsung kayak di Singapura itu. Uang-uang rakyat kok. Bukan uang yang mau nyumbang Rp 2 triliun itu, bukan," ucap Effendi.


(haf/haf)