Round-Up

Syarat dari Anies Agar Seluruh Kegiatan Warga Dibuka

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 06:35 WIB
Jakarta -

Gubernur DKI Anies Baswedan mengungkap kasus aktif Corona di Ibu Kota menurun dan mengungkap DKI mencapai target 7,5 juta dosis vaksin virus Corona telah diberikan kepada masyarakat di Jakarta. Anies lantas berbicara tentang tahapan pembukaan kegiatan masyarakat dengan syarat sudah divaksin.

"Dengan melihat data-data tadi dan dengan melihat kenyataan bahwa di Jakarta kecepatan pemberian vaksin cukup tinggi dan jangkauan yang sudah tervaksin sudah sampai 7,5 juta, maka kami memutuskan vaksin menjadi bagian dari tahapan untuk kegiatan di masyarakat, baik kegiatan ekonomi, keagamaan, sosial, budaya di Jakarta," kata Anies dalam keterangan lewat kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Anies menjelaskan tahapan yang dimaksud itu tentu diawali dengan proses vaksinasi. Berbagai sektor usaha pun akan diperbolehkan buka jika seluruhnya sudah divaksinasi.

"Artinya apa, sebelum kegiatan dimulai, pelaku di sektor itu, pelaku kegiatannya harus vaksinasi dulu. Jadi pembukaannya akan diatur bertahap dan tahapan itu ada kaitannya dengan vaksin," ujar Anies.

"Jadi misalnya tukang cukur mau buka, boleh, tapi tukang cukur yang vaksin dulu dan yang mau cukur harus sudah vaksin. Warung-restoran mau buka boleh, tapi karyawannya vaksin dulu, yang mau makan di restoran juga harus sudah vaksin. Kantor-kantor non-esensial mau buka, boleh, tapi harus mereka yang bekerja sudah vaksin dulu," imbuhnya.

Nantinya, tahapan pembukaan kegiatan masyarakat ini akan selalu diiringi dengan pelaksanaan vaksinasi. Bahkan mal dan tempat hiburan pun rencananya akan dibuka jika seluruh pihak sudah divaksinasi.

"Jadi nanti tahapan pembukaan diiringi dengan keharusan melakukan vaksinasi pada semua pelakunya, baik yang bekerja di tempat itu maupun yang berkunjung maupun costumer dan lain-lain," ujarnya.

"Jadi bukan hanya karyawan harus vaksin, tapi juga pengunjung, bahkan kalau kita bicara mal saat ini belum buka, tapi kalau nanti mau buka, maka mau masuk mal harus sudah vaksin, mau ke restoran harus sudah vaksin. Yang menyelenggarakan mal juga harus pasti. Jadi bahkan kalau nanti suatu saat tempat-tempat hiburan dibuka, taman dibuka, kegiatan-kegiatan ruang terbuka juga diizinkan, maka pada saat itu juga harus vaksin dulu," sambungnya.

Lebih lanjut, Anies mengatakan hal itu akan dibantu dengan aplikasi JAKI untuk mempermudah masyarakat dalam melihat status vaksinasinya. Selain itu, sertifikat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan dari PeduliLindungi juga bisa digunakan untuk melihat status vaksinasi.

"Nah, bagaimana caranya untuk bisa memeriksa, ada banyak cara, salah satunya dengan menggunakan aplikasi JAKI. Dengan aplikasi ini, langsung terlihat, apakah Anda sudah divaksin, apakah sudah divaksin satu kali, apakah sudah vaksin dua kali, apakah Anda belum vaksin, itu langsung terlihat," ujarnya.

"Ada juga menggunakan SMS dari PeduliLindungi sebagai bukti vaksinasi, juga ada sertifikat digital dari Kementerian Kesehatan. Jadi banyak alat yang bisa digunakan untuk menunjukkan status vaksinasinya," sambungnya.


Kasus Aktif DKI Jakarta hingga Pemakaman COVID-19 Menurun

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyampaikan tren penurunan kasus COVID-19 di Jakarta. Dia menyebut angka kasus aktif hingga pemakaman dengan protokol COVID-19 tengah menurun jumlahnya.

"Pertama, ini berita baik. Alhamdulillah, kasus aktif di Jakarta, yang pernah mencapai 113 ribu pada 16 Juli yang lalu, kini telah turun menjadi 19 ribu kasus aktif," kata Anies lewat keterangan yang disampaikan di kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Dia menyimpulkan kasus aktif saat ini lebih rendah ketimbang puncak gelombang Corona pada Februari lalu.

"Kasus aktif, walaupun jauh lebih rendah daripada awal, ini masih tetap tinggi. Masih ada sekitar 3.000 kasus baru setiap hari walaupun yang sembuh sudah jauh lebih banyak," kata Anies.

Selain itu, tren pemakaman menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 juga menurun.

"Saat ini sekitar 150, sesekali sampai 200 pemakaman protap COVID per hari. Ini turun. Sebelumnya bisa sampai 350-400, sekitar dua minggu yang lalu," kata Anies.

Kematian pasien isolasi mandiri (isoman) juga menurun. Semula kematian pasien isoman di Jakarta pernah mencapai 75 orang per hari. Kini kematian pasien isoman menjadi kurang dari lima orang seharinya.

Keterisian rumah sakit juga turun menjadi 70 persen per hari. Antrean IGD juga sudah terurai.

"Dan antrean IGD memang sudah terurai, tapi ICU masih cukup padat," kata Anies.

Positivity rate COVID-19 di Jakarta turun dari yang semula pernah mencapai 45 persen kini menjadi 15 persen.

"Kita positivity rate 15 persen. Kita harus mencapai fase ideal di bawah 5 persen," kata Anies.

Dia meminta warga terus mengurangi mobilitas dan menjaga protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Saat ini Jakarta masih PPKM level 4.

"Tapi saya ingatkan juga, hati-hati, ini belum selesai. Kita belum selesai, kita belum menang," kata Anies.

"Karena itu, jangan kasih kendor! Jangan lengah! Jangan sampai momentum ini berbalik karena kita buru-buru merasa senang," kata Anies.

DKI Lebih Cepat Sebulan dari Target Jokowi Vaksinasi 7,5 Juta Orang

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyatakan target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal vaksinasi COVID-19 di Jakarta telah terlampaui. Bahkan target dicapai Jakarta sebulan lebih cepat dari waktu yang ditentukan Jokowi.

"Pada tanggal 14 Juni yang lalu, Bapak Presiden memberikan target 7,5 juta vaksinasi dosis pertama di Jakarta yang harus tuntas di akhir bulan Agustus," kata Anies dalam keterangan lewat kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Anies bersyukur target itu tercapai. Sebanyak 7,5 juta orang telah mendapat vaksin virus Corona dosis pertama pada pengujung Juli ini. Ada pula 2,5 juta orang di Jakarta yang disuntik vaksin dosis kedua.

"Alhamdulillah, artinya ini adalah kita lebih cepat satu bulan dari target jadwal yang sudah ditetapkan (Jokowi)," kata Anies.

Anies berterima kasih kepada pihak yang mendukung vaksinasi di Jakarta, yakni pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, BNPB, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Kejaksaan Tinggi, hingga pihak swasta. Anies juga berterima kasih kepada para tenaga kesehatan.

"Ini adalah kegiatan kolaborasi yang luar biasa," kata Anies.

Sebelumnya, Jokowi menargetkan 7,5 juta orang di Jakarta divaksinasi COVID-19. Target itu harus tercapai pada akhir Agustus.

"Saya juga tadi telah menyampaikan kepada Gubernur DKI untuk nanti di akhir Agustus, target 7,5 juta penduduk di Jakarta harus sudah tervaksinasi. Ini memang target yang sangat ambisius. Tetapi mau tidak mau kita harus menuju ke sana untuk mencapai kekebalan komunal, herd immunity," kata Jokowi d Rusun Tanah Tinggi, 14 Juni lalu.

Anies: Dari 4,2 Juta Warga yang Divaksin, Ada 0,013% Meninggal COVID-19

Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyatakan vaksinasi mengurangi risiko kematian akibat COVID-19. Jumlah warga Jakarta yang telah divaksinasi namun meninggal dunia karena virus Corona sekitar 0,013%.

"Kenyataannya, vaksin amat mengurangi risiko keparahan dan risiko kematian," kata Anies lewat kanal YouTube resmi Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Anies menyampaikan datanya. Dari 4,2 juta orang yang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin minimal dosis pertama, 2,3% saja yang tetap terinfeksi virus Corona.

"Anies menyampaikan datanya. Dari 4,2 juta orang yang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin minimal dosis pertama, 2,3% saja yang tetap terinfeksi virus Corona.

Anies menyampaikan datanya. Dari 4,2 juta orang yang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin minimal dosis pertama, 2,3% saja yang tetap terinfeksi virus Corona.

Meski begitu, Anies menyampaikan kematian bukanlah sekadar angka statistik dan tidak bisa dianggap remeh. Kematian dialami oleh manusia nyata. Di balik angka kematian, ada keluarga, saudara, dan teman yang kehilangan orang tercinta. Untuk menghindari risiko kematian, maka warga Jakarta, baik yang ber-KTP DKI maupun yang tidak, harus segera vaksinasi.

"Kalau kita lihat dibandingkan dengan yang belum vaksin, yang sudah divaksin itu case fatality rate-nya atau tingkat kematian kasusnya meurun sampai dengan 1/3 nya dibandingkan dengan mereka yang belum divaksin," kata Anies.

(yld/dnu)