PD Kramat Jati dan Lokbin Sepi Pembeli, Hanya Pasar Induk yang Ramai

Nur Aziza - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 19:33 WIB
Pemandangan pasar di Kramat Jati, Jaktim
Pemandangan PD Kramat Jati, Jaktim (Nur Aziza/detikcom)
Jakarta -

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 membolehkan pasar beroperasi dengan ketentuan jumlah pengunjung 50 persen dari kapasitas dan batas waktu. Pada hari keenam PPKM level 4, situasi di PD Kramat Jati, Jakarta Timur, sepi pengunjung dan beberapa kios tampak tutup.

Pantauan detikcom, Sabtu (31/7/2021), terdapat tempat cuci tangan dan satpam yang berjaga serta memeriksa suhu tubuh pengunjung di pintu masuk. Tak ada pemeriksaan sertifikat vaksin, meskipun ada aturan yang Keputusan Kepala Dinas PPKUMK DKI Jakarta Nomor 402 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 COVID-19 yang berlaku hingga 2 Agustus 2021, di mana pedagang dan pengunjung wajib berstatus sudah divaksin COVID-19.

Pada lantai 1 terdapat penjual baju sehari-hari, baju sekolah, jilbab hingga seprai. Kemudian lantai 2 terdapat beragam toko, yakni toko emas, tukang jahit, toko obat, kaset, hingga mainan. Sementara itu, lantai tiga, yang diisi oleh Ramayana, tutup.

Selain sepi pengunjung, beberapa kios pedagang juga tutup. Beberapa toko ada yang dipasangi kertas pengumuman 'dijual' dan 'disewakan'.

Salah satu pedagang yang memiliki dua kios, Ija (59), dirinya terpaksa menyewakan satu tokonya karena sepinya pengunjung sejak pandemi COVID-19 melanda. Sekarang Ija hanya membuka satu toko saja.

"Di sini saja, abis di situ (sambil menunjuk toko yang bertuliskan 'disewakan'), sering nggak laris," ujar Ija kepada detikcom.

"Kalau di situ mah kita sering nggak pecah telur (tak ada pembeli sama sekali), nggak ada penglaris sama sekali, sering," sambung Ija.

Pemandangan pasar di Kramat Jati, JaktimPemandangan PD Kramat Jati, Jaktim (Nur Aziza/detikcom)

Ia bercerita pedagang yang mengalami kerugian bukan hanya dirinya, tetapi juga hampir semua pedagang di Pasar Kramat Jati. Hari ini, Ija mengaku tokonya baru didatangi tiga pengunjung.

"Iya, bukan saya saja, semua orang (turun omzetnya). Sepi banget (pasar ini). Buat makan saja susah," kata Ija.

Ija menduga penyebab sepinya pasar meski sudah boleh beroperasi adalah jam operasional serta dibatasinya kapasitas pengunjung.

"Iya karena sepi, orang tidak ke pasar. Kalau bilang karena Corona, karena Corona, kita nggak juga kali. Orang ke pasar juga terbatas kan," ucap Ija.

Ija berharap pandemi COVID-19 segera berlalu agar kondisi pasar bisa kembali ramai.

"Harapan saya, habis ini Corona cepatlah berlalu, gitu kan, jadi stabil keadaan pasar mulai biasa. Pedagang bisa inilah, gitu, bisa bergerak kayak semula. Kan sekarang yang tutup ini banyak karena orang merasa capek juga sehari-hari kayak gini, malah capek tenaga doang buka-tutup," ungkap Ija.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.