Viral Warga Jemput Paksa Jenazah Pasien COVID di NTB, Polisi Beri Penjelasan

Faruk - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 15:02 WIB
Kapolresta Mataram saat memberikan penjelasan soal viral jenazah pasien Corona dijemput paksa (Faruk-detikcom)
Kapolresta Mataram saat memberikan penjelasan soal viral jenazah pasien Corona dijemput paksa. (Faruk/detikcom)
Mataram -

Video menunjukkan sejumlah warga berada di rumah sakit disertai narasi upaya jemput paksa jenazah pasien COVID-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) viral. Polisi memberi penjelasan soal peristiwa itu.

Dilihat detikcom, Sabtu (31/7/2021), dalam video itu tampak puluhan warga mendatangi RSUD Kota Mataram. Warga yang disebut berasal dari Sekarbela, Kota Mataram, itu datang ke RSUD Kota Mataram untuk menjemput jenazah pasien Corona.

Peristiwa itu terjadi Sabtu (31/7) dini hari tadi. Warga disebut tak terima jenazah disemayamkan terlalu lama di rumah sakit setelah meninggal dan harus segera dipulangkan ke rumah duka.

Kapolresta Mataram Kombes Heri Wahyudi meluruskan kabar viral itu. Dia mengatakan warga datang ke rumah sakit bukan untuk menjemput paksa jenazah pasien Corona.

"Jadi di sini saya tekankan, tidak ada penjemputan secara paksa. Yang ada, pihak rumah sakit mengantar ke sana, ke rumahnya," ucap Heri.

Heri mengatakan sempat ada kesalahpahaman dari salah seorang anak pasien yang meninggal itu. Dia mengatakan polisi ikut mengawal pihak RS saat mengantar jenazah ke rumah duka agar tak ada kerumunan.

"Kebetulan anak almarhum merupakan salah satu dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Demi menghindari adanya kerumunan jemaah almarhum, RSUD Kota Mataram dibantu pengawalan ketat dari Polresta Mataram, jenazah kemudian diantar hingga ke kediaman," ujarnya.

Heri menyebut tak ada fasilitas yang dirusak oleh warga saat kejadian itu. Dia menyebut ada petugas kepolisian yang berjaga di lokasi.

"Tidak ada kendaraan yang rusak, ramai memang, mungkin karena kecintaan mereka terhadap tokoh masyarakatnya. Di rumah sakit ada anggota yang melakukan pengamanan dari Polsek Pagutan. Anggota stand by di rumah sakit untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan," tuturnya.

(haf/haf)