Lagi, Jenazah Pasien COVID-19 di Lombok Dijemput Paksa Ratusan Warga

Tim detikcom - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 15:14 WIB
Jenazah pasien positif COVID-19 dijempu paksa di RSUD Mataram, NTB.
Jenazah pasien positif COVID-19 dijemput paksa di RSUD Mataram, NTB. (Foto Antara)
Mataram -

Jenazah M (34), pasien positif COVID-19, dijemput paksa oleh keluarga dan warganya di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Jenazah pria asal Desa Telagawaru, Kabupaten Lombok Barat, itu dijemput paksa pagi tadi.

Penjemputan paksa jenazah pasien COVID-19 tersebut dilakukan oleh ratusan warga yang kerumunan masuk dan memadati halaman parkir RSUD Kota Mataram dan dijaga ketat aparat kepolisian. Polisi sampai membuat barikade untuk mencegah massa masuk ke RSUD.

Massa menolak jenazah M dikuburkan sesuai protokol COVID-19 dan memaksa pihak rumah sakit mengeluarkan jenazah M untuk dibawa pulang dan dikuburkan oleh pihak keluarga.

Tim negosiasi RSUD Kota Mataram Dewi Sayu Veronika seusai penyerahan jenazah mengatakan dengan melihat situasi yang tidak memungkinkan, jenazah M akhirnya diserahkan keluarga dan warga yang datang menjemput menggunakan mobil ambulans desa.

"Sebelum kita menyerahkan, pihak keluarga dan perwakilan warga menandatangani surat pernyataan penolakan pemakaman dengan protokol COVID-19," kata Dewi, Senin (27/7/2020), seperti dilansir Antara.

Padahal, menurut Dewi, sebelumnya ketika pasien di-swab dan masuk ruang isolasi, pihak keluarga juga telah menandatangani surat pernyataan siap mengikuti protokol COVID-19 apabila pasien bersangkutan meninggal.

"Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Pasien meninggal dini hari pukul 03.30 Wita, dan pasien baru saja masuk ruang jenazah setelah dibungkus plastik," katanya.

Sebelum diambil pihak keluarga, tim negosiasi sudah melakukan komunikasi dan memberikan penjelasan kepada keluarga bahwa setelah dimandikan, dikafani dan steril sesuai protokol COVID-19, keluarga bisa ikut salat jenazah sebab ada kelonggaran protokol COVID-19.

"Tapi pihak keluarga tetap tidak mau, sehingga pihak RSUD tidak bisa menghalangi dan memberikan jenazah M ke pihak keluarga dan warga," katanya.