Pedagang di Lokbin Palmerah Ngaku Belum Vaksin: Takut Suntik-Nggak Diongkosin

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 13:43 WIB
Suasana Pasar Lokbin Palmerah
Suasana Pasar Lokbin Palmerah, Sabtu (31/7/2021). (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Aturan baru dari Pemprov DKI Jakarta mengharuskan pedagang maupun pembeli di lokasi binaan (lokbin) disuntik vaksin COVID-19. Namun masih banyak pedagang di Pasar Lokbin Palmerah, Jakarta Pusat (Jakpus), yang mengaku belum disuntik vaksin.

"Belum (divaksinasi). Sudah ada kalau didata mah. Cuma didata, disuruh ke Senayan. Pada nggak maulah," ujar tukang kelapa Didi saat ditemui di Pasar Lokbin Palmerah, Sabtu (31/7/2021).

Didi mengungkapkan pedagang di Lokbin Palmerah takut disuntik vaksin COVID-19. Selain itu, mereka diarahkan pergi ke Senayan, Jakpus, sekitar 1 bulan lalu supaya mendapatkan vaksin COVID-19.

Hanya, kata Didi, mereka tidak diberi ongkos untuk menuju Senayan. Karena itu, kebanyakan pedagang memilih tidak disuntik vaksin COVID-19.

"Nggak ada. Dari sini juga pada nggak mau. Kalau di sini juga pada nggak mau. Pada takut. Takutnya kan gara-gara banyak cerita-cerita yang katanya abis itu sakitlah, ada yang inilah. Didata mah udah semua juga," tuturnya.

"(Yang mendata) satpam sini. Terus dikasih tahu, kalau mau divaksinasi, ke Senayan. Ya pada nggak maulah. Sudah jalan sendiri, nggak diongkosin," sambung Didi.

Lebih lanjut Didi mengungkapkan aturan wajib vaksin bagi pedagang dan pembeli di lokbin hanyalah formalitas. Pasalnya, tidak ada pengecekan kepada pembeli di Lokbin Palmerah.

"Nggak ada. Beli-beli saja (pembeli), nggak dicek udah divaksin apa belum," ucapnya.

Sementara itu, Agus, yang berdagang buah-buahan di Pasar Lokbin Palmerah, mengklaim baru mendengar aturan itu. Agus pun mengaku belum divaksinasi.

"Nggak ada sih. Saya juga baru dengar sekarang. Nggak ada pengecekan gitu," terang Agus.

Diketahui, Pemprov DKI kini mewajibkan pedagang dan pengunjung warung makan (warteg), pedagang kaki lima, dan lapak jajanan untuk vaksinasi. Maksimal kapasitas pengunjung 50 persen.

Aturan baru itu tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas PPKUMK DKI Jakarta Nomor 402 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 COVID-19, yang berlaku hingga 2 Agustus 2021.

"Pelaku usaha, pedagang, dan pengunjung harus sudah divaksin COVID-19," demikian SK Plt Kadis PPKUMK, seperti dilihat, Kamis (29/7).

Lihat juga Video: Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)