Jumat Barokah, Walkot Mojokerto Beri Jarik hingga Daster ke Lansia

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 10:12 WIB
Walkot Ning Ita
Foto: Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyapa warga di Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Jumat (20/7) kemarin. Melalui kegiatan Jumat Barokah, berkeliling memantau penyelesaian permasalahan di lingkungan tersebut.

Wali kota yang akrab disapa Ning Ita ini juga berinteraksi langsung dengan warga dan membagikan bantuan di beberapa titik lokasi. Selain meringankan beban warga, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan.

"Melalui Jumat Barokah ini kami ingin sedikit meringankan beban masyarakat di tengah pandemi," kata Ning Ita dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/7/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita mengunjungi salah satu kediaman warga, Karniti, untuk memberi bantuan. Karniti merupakan salah seorang lansia warga Gunung Gedangan yang menerima bantuan melalui GATI LANSIA (Gerakan Ayo Tulung Tinulung Lanjut Usia).

Ning Ita juga memberi bantuan berupa satu set tempat tidur dan kasur, selimut, sprei, bantal, tiga lembar jarik dan tiga daster.

Selain Karniti, Ning Ita juga memberikan bantuan etalase dan modal usaha untuk lansia yang kurang mampu, Waginah. Ning Ita juga memborong seluruh semua dagangan Waginah untuk dibagikan warga sekitar. Bantuan kursi roda juga diberikan Ning Ita kepada Sumiati, lansia penyandang disabilitas.

Tak hanya memberikan bantuan, Ning Ita mengatakan dirinya juga memantau beberapa penyelesaian dari permasalahan yang disampaikan warga di lingkungan Kebohan, Kuti dan Kedungsari melalui lurah.

Permasalahan tersebut di antaranya perbaikan jalan berlubang di Jalan Kuti, pemasangan WiFi di poskamling Kebohan, dan memberikan NIB (Nomor Induk Berusaha) untuk UMKM pemilik salon kecantikan Frieska. Ning Ita juga mengunjungi Tiara, seorang warga yang mengalami kelainan mata dan tuna rungu di Lingkungan Kebohan.

"Ketika saya turun langsung menyapa warga seperti ini, saya jadi tahu kondisi masyarakat Kota secara langsung, ungkap Ning Ita. Saya tadi juga ikut berkebun bersama Ibu-ibu KWT Matahari Lingk Kebohan, membagikan hadiah buat anak anak yang rajin memakai masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Juga kami membagikan bantuan sembako dan masker kepada 55 orang surveyor dan tagana yang telah membantu pendistribusian bansos," ungkapnya

Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan sebelum pandemi Pemerintah Kota Mojokerto telah memiliki program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dilakukan selama 60 menit setiap Jumat. Dalam pelaksanaannya, ia bersama jajarannya akan bersepeda keliling untuk mengecek dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Namun di saat pandemi, Ning Ita mengatakan kegiatan PSN terintegrasi tidak dapat berjalan secara rutin. Hal ini mengingat adanya pembatasan kegiatan masyarakat. Untuk itu, pihaknya mulai melakukan kegiatan Jum'at Barokah dengan menggandeng Baznas dan donatur lainnya.

"Saya gandeng Baznas dan beberapa orang donatur yang memiliki kesamaan visi untuk mengisi celah-celah kekurangan sosial, untuk mereka yang belum tercover bantuan APBD Pemkot Mojokerto," terangnya.

Ning Ita menyebut terdapat beberapa jenis bantuan yang disalurkan, seperti kursi roda, alat bantu jalan bagi anak disabilitas. Pihaknya juga memberikan pekerjaan kepada anak disabilitas yang sudah memiliki keterampilan dan lulus sekolah.

"Kemudian bagi lansia, saya bersama dengan suami punya program-orang tua asuh. Kami mencari donatur-donatur bagi para lansia yang memang sangat tidak memungkinkan diberi bantuan dalam bentuk sembako, karena hidupnya sebatang kara," imbuhnya.

Terkait lansia, ia mengatakan pihaknya sebenarnya telah menyiapkan 'rumah lansia' bagi mereka yang hidup sebatang kara. Namun, tidak semua lansia mau untuk diajak tinggal bersama-sama di sana.

Oleh karena itu, pihaknya mencarikan donatur bagi mereka yang tidak ingin tinggal di rumah lansia.

"Tidak hanya untuk lansia, kata Ning Ita lebih jauh, ada juga orang tua asuh bagi yatim. Meskipun dari APBD kita sudah punya sasaran sebanyak 375 anak yatim, namun ada yang belum ter-cover. Sehingga celah-celah sosial yang belum terisi inilah kami ajak, kami gandeng para donatur," katanya.

"Termasuk teman-teman ASN, kepala dinas, kepala bagian, yang punya jiwa sosial, yang punya keinginan untuk berbagi dengan sesamanya saya ajak untuk menjadi donatur pribadi, bukan atas nama Pemkot. Jadi kalau pun ada kepala dinas jadi donatur, bukan karena dinasnya, tetapi beliau pribadi memang ingin menjadi bapak asuh," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan Jumat Barokah, Ning Ita turut didampingi suami Supriyadi Karima Saiful. Keduanya turun langsung berkeliling dengan menggunakan motor untuk menyalurkan bantuan sekaligus menyapa warga.

Tonton juga Video: Tempat Wisata Mojokerto Kibarkan Bendera Putih untuk Ketuk Hati Jokowi

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)