Round-Up

Heboh Bocah di Sumut Diduga Diberi Infus Kedaluwarsa

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 20:34 WIB
Screensho video viral infus kedaluwarsa di Labusel (dok. Istimewa)
Screenshot video viral infus kedaluwarsa di Labusel. (Dok. Istimewa)
Labuhanbatu Selatan -

Video bocah di Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara (Sumut), diduga diberi infus kedaluwarsa bikin heboh. Polisi pun turun tangan mengusut kebenaran peristiwa ini.

Dalam video yang dilihat detikcom, Jumat (30/7/2021), terlihat sebuah infus yang dipasangkan ke pasien anak di sebuah rumah sakit. Di bagian luar botol infus tertulis tanggal kedaluwarsa bulan 5 tahun 2021.

Dalam video lainnya, terlihat proses penggantian infus kepada pasien. Perekam video itu menyebut infus yang digunakan ke anaknya sudah kedaluwarsa.

"Malah dikasih yang kedaluwarsa yang kayak gitu untuk anakku," kata suara dalam video.

Dinkes Usut Dugaan Infus Kedaluwarsa

Kepala Dinas Kesehatan Labusel, Faisal Harahap, mengatakan pihaknya baru mengetahui kejadian itu setelah video tersebut viral. Dia mengatakan Dinkes Labusel akan memanggil pihak RSUD Kotapinang.

"Nanti kita lihat, tingkat kesalahannya sebesar apa. Kalau pegawainya salah, nanti itu wewenang direktur rumah sakit," kata Faisal.

Faisal mengatakan obat-obatan kedaluwarsa seharusnya harus disimpan terpisah dari obat-obatan yang masih bisa digunakan. Dia menyebut pihaknya akan meminta penjelasan dari pihak RSUD Kotapinang soal peristiwa viral tersebut.

"Kita tunggu. Soalnya, ini masalah pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Orang Tua Bocah Lapor Polisi

Orang tua bocah dalam video itu tak terima dugaan pemberian infus kedaluwarsa. Orang tua bocah tersebut kemudian melaporkan pihak RS ke polisi.

"Ya, pagi itu juga. Ke Polres," kata orang tua pasien, Warhamni, saat dihubungi.

Dia mengaku melaporkan peristiwa itu ke polisi pada Selasa (27/7). Dia mengatakan infus yang kedaluwarsa itu merupakan infus ketiga yang diberikan kepada anak mereka, AS (4).

"Awalnya kami membawa ke dokter spesialis anak di Rantauprapat. Karena anak kami tidak mau makan dan minum, maka disarankan untuk diinfus. Karena kami tinggal di Kotapinang, diputuskan dirawat di RSUD Kotapinang saja," ujarnya.

Dia kemudian membawa anaknya ke RSUD Kotapinang pada Senin (26/7) malam untuk mendapat perawatan. Pihak RS memasukkan anaknya ke ruang observasi.

Keesokan harinya, dia kaget saat melihat lengan anaknya berdarah tepat di posisi jarum infus berada. Dia kemudian mencoba mengecek infus anaknya dan melihat tanggal kedaluwarsa di botol infus itu.

"Itu pun entah kenapa, saat dia membolo (memperbaiki) setelan tetesnya, nggak sengaja tertengoknya (terlihat) infus yang sudah kedaluwarsa," ucapnya.

Warhamni sempat melaporkan peristiwa ini ke petugas medis di RSUD Kotapinang. Namun, menurutnya, perawat di RS tersebut tak peduli.

"Kita tanya perawat-perawatnya macam nggak open (peduli) gitu, seolah-olah itu macam hal biasa. Tapi kita kan menganggapnya khawatir. Sebagai orang tua kita kan panik," ucapnya.

Tak terima dengan dugaan pemberian infus kedaluwarsa, orang tua bocah itu kemudian melaporkan pihak RS ke polisi. Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut.

"Ya. Masih dalam proses lidik," kata AKBP Deni.

Lihat juga video 'Pria Diviralkan Ngaku Marinir Tabrak Bocah di Jaksel, TNI Selidiki':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)