Heboh Influencer Dapat Vaksin Ketiga, Wagub DKI: Jangan Ganggu Perasaan Nakes

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 17:31 WIB
Wagub DKI Ahmad Riza Patria
Wagub DKI Ahmad Riza Patria (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza meminta para influencer tidak membuat konten di media sosial yang meresahkan masyarakat, terutama tenaga kesehatan. Wagub mengatakan vaksin dosis ketiga saat ini masih diutamakan untuk tenaga kesehatan.

"Kami mohon kepada para influencer agar tidak melakukan aktivitas offline maupun online yang dapat mengganggu perasaan para tenaga kesehatan kita," kata Riza melalui Facebooknya, Ariza Patria, yang dilihat, Jumat (30/7/2021).

Riza mengingatkan para influencer maupun selebgram untuk bijak dalam memainkan media sosial. Dia pun menegaskan sampai saat ini booster atau vaksin ketiga Corona belum diberikan ke masyarakat umum.

"Perlu diketahui karena vaksin ketiga hanya dapat diprioritaskan untuk tenaga kesehatan," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, kejadian viral ini berawal dari tangkapan layar Instagram Story yang kemudian jadi bahasan ramai di media sosial Twitter.

Dalam bahasan tersebut, dinarasikan ada seorang selebgram yang mengaku sedang menerima vaksin COVID-19 ketiga. Warganet heboh lantaran dalam tangkapan layar terlihat logo DPRD DKI.

"9:18 AM Tuesday vaccine shot x 3:Booster," tulis keterangan dalam foto tersebut.

Sosok influencer yang disebut menerima vaksin ketiga kemudian ditelusuri oleh pihak DPRD DKI. Hasilnya terungkap influencer tersebut diketahui berinisial T.

"Terkait ada yang memposting di tanggal 27 Juli jam 9 pagi, kami tadi pagi sudah koordinasi bersama tim medis bahwa atas nama, inisialnya T memposting di IG. Ini kami ingin lihat di CCTV kami apakah karena beliau datang ke sini tapi yang bersangkutan itu memang melakukan vaksinasi 1 dan 2 di DPRD," tutur Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI Jakarta Augustinus.

Augustinus menjelaskan T memang menjalani penyuntikan vaksin pertama dan kedua masing-masing pada 3 Juni dan 1 Juli. Vaksin yang disuntikkan berjenis Sinovac.

Pihak DPRD DKI juga melakukan pengecekan rekaman CCTV dan daftar hadir peserta vaksinasi pada hari T memposting soal booster COVID-19. Hasilnya, T tidak ditemukan berada di gedung DPRD DKI pada hari tersebut.

"Kalau di data kami tidak ada di tanggal 27 untuk dilakukannya vaksin, tidak ada. Tapi track record memang ada Juni dan Juli (vaksin dosis 1 dan 2) dan tidak mungkin ya jedanya (secepat) seperti itu," ujarnya.

(idn/idn)