Sebelum Pandemi Sewa Kios di Tanah Abang Rp 250 Juta, Kini Tak Laku

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 17:27 WIB
Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) sepi pengunjung selama masa PPKM Level 4. Banyak pedagang yang pada akhirnya memilih untuk menjual hingga menyewakan tokonya. (Adhyasta/detikcom)
Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), sepi pengunjung selama masa PPKM Level 4. Banyak pedagang yang pada akhirnya memilih menjual hingga menyewakan tokonya. (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) sepi pengunjung selama masa PPKM Level 4. Banyak pedagang yang pada akhirnya memilih untuk menjual hingga menyewakan tokonya.

Tokoh pedagang Pasar Tanah Abang, Yusril Umar, mengenang masa-masa jaya Pasar Tanah Abang. Umar menyebut satu toko bisa dijual sampai Rp 600 juta per meter persegi.

"Kalau sebelum pandemi untuk lantai-lantai strategis bisa Rp 200-250 juta per kios per tahun. Dulu kalau pun harga jual bisa Rp 500-600 juta per meter persegi, harga jual kios waktu itu," ujar Umar saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jakpus, Jumat (30/7/2021).

Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) sepi pengunjung selama masa PPKM Level 4. Banyak pedagang yang pada akhirnya memilih untuk menjual hingga menyewakan tokonya. (Adhyasta/detikcom)Tokoh pedagang Pasar Tanah Abang, Yusril Umar (Adhyasta/detikcom)

Namun semua berubah sejak pandemi COVID-19. Umar mengungkapkan kini toko di Tanah Abang disewakan saja belum tentu ada yang berminat.

"Kondisi sekarang mungkin disewakan pun setengah dari harga normal belum tentu ada yang mau," ucapnya.

Adapun Umar membeberkan pedagang Pasar Tanah Abang yang membuka tokonya belum mencapai 50% sejak pasar diperbolehkan buka kembali. Salah satu penyebabnya, kata Umar, pedagang belum disuntik vaksin COVID-19.

Pasalnya, PD Pasar Jaya kini mewajibkan pembeli maupun pedagang untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi apabila mau masuk ke Pasar Tanah Abang. Umar pun menyesalkan peraturan itu.

"Kalau kita lihat di lapangan, lebih dari 50% kosong tidak ada pedagang. Di lantai strategis seperti LG, banyak kios kosong, pada nggak tertarik untuk ngontrak kios tersebut. Kembali lagi dengan kondisi seperti ini juga nilai sewa kios pun merosot, bahkan bisa lebih dari 50% dari harga normal sebelum pandemi," keluh Umar.

Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) sepi pengunjung selama masa PPKM Level 4. Banyak pedagang yang pada akhirnya memilih untuk menjual hingga menyewakan tokonya. (Adhyasta/detikcom)Banyak pedagang yang pada akhirnya memilih untuk menjual hingga menyewakan tokonya. (Adhyasta/detikcom)

"Imbauan kami ke pemerintah, tolong dilonggarkan. Dikasih kesempatan pedagang bergerak tidak dengan aturan-aturan memberatkan seperti ini," sambungnya.

Berdasarkan pantauan detikcom sejak pagi tadi, masih banyak toko di Pasar Tanah Abang yang tutup. Tidak sedikit di antara mereka yang memilih menjual dan menyewakan tokonya.

Di beberapa sudut Pasar Tanah Abang terlihat gelap karena lampu dimatikan akibat tidak ada yang berjualan. Tertulis di tiap toko bahwa kios itu dijual atau disewakan, beserta nomor ponselnya.

(jbr/jbr)