Vaksinasi di Daerah Timpang, Kemenkes Ungkap Kendala Stok-Penolakan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 14:26 WIB
Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmizi (YouTube Sekretariat Presiden)
Juru bicara Kementerian Kesehatan untuk vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmizi (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

WHO menyoroti ketimpangan vaksinasi Corona antara Jawa-Bali dan daerah di luar Jawa-Bali, seperti Papua. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan sejumlah kendala yang memicu ketimpangan vaksinasi Corona ini.

Juru bicara Kemenkes bidang vaksinasi dr Siti Nadia Tarmizi mengungkap salah satu kendalanya adalah masyarakat yang menolak divaksinasi. Masih ada 10 persen masyarakat yang tidak mau divaksinasi.

"Kita tahu ada 10 persen masyarakat yang menolak divaksinasi," kata Siti kepada wartawan, Jumat (30/7/2021).

Selain itu, stok vaksin Corona yang ada saat ini belum mencukupi untuk seluruh sasaran kebutuhan. Maka dari itu, saat ini baru bisa 30 persen saja.

"Vaksin yang kita terima tentunya belum mencukupi untuk memberikan vaksin kepada seluruh sasaran dari kebutuhan 426 juta dosis. Yang sudah tiba baru 150 juta dosis, sehingga baru bisa 30 persen dari sasaran yang tersedia dengan stok yang ada saat ini," ujarnya.

Dia menjelaskan hal ini karena kedatangan vaksin dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, proses vaksinasi dilakukan sesuai ketersediaan vaksin Corona yang ada.

"Tentunya, karena vaksin datang secara bertahap sampai Desember 2021, proses vaksinasi dilakukan sesuai ketersediaan vaksin yang datangnya juga bertahap," lanjutnya.

Simak video 'Pemerintah Sudah Amankan 440 Juta Dosis Vaksin Corona hingga Akhir Tahun':

[Gambas:Video 20detik]



Bagaimana sorotan WHO soal ketimpangan vaksinasi ini? Silakan klik halaman selanjutnya.