Terbentur Penolakan, Fasilitas DPR Isoman di Hotel Kini Disebut Penjajakan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 10:59 WIB
Kompleks Parlemen Senayan diusulkan menjadi Rumah Sakit Darurat COVID-19. Hal itu pun memicu pro dan kontra di kalangan internal Parlemen.
Gedung MPR/DPR (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta -

Sembilan fraksi di DPR RI tegas menolak fasilitas isolasi mandiri (isoman) di hotel bagi anggota Dewan yang terpapar Corona. Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mengklaim fasilitas isoman di hotel untuk anggota Dewan untuk jaga-jaga.

Fasilitas hotel isoman dinilai sudah sesuai dengan aturan yang ada, yakni surat Dirjen Perbendaharaan Negara S-369/PB/2020 dan S-308/PB/2020. Fasilitas hotel ini disebut bersumber dari anggaran perjalanan luar negeri yang tidak terpakai dan anggaran lain yang bersifat kontingensi.

"Iya (anggota DPR) termasuk staf, PNS, tanpa keluarga," kata Sekjen DPR Indra Iskandar kepada wartawan, Selasa (27/7/2021).

Indra mengatakan sebelumnya fasilitas isolasi itu disediakan di kompleks rumah dinas DPR di Kalibata. Namun ada komplain sehingga disediakan di hotel.

"Jadi begini, ini kan intensitas anggota Dewan tinggi sekali di konstituen interaksinya. Jadi potensi terpapar itu tinggi, tentu ada beberapa anggota Dewan yang pernah saya ceritakan yang positif itu di kompleks Kalibata itu dikomplain karena berpotensi menularkan," ujarnya.

Fasilitas yang didapatkan oleh para anggota DPR selama isoman di hotel:

1. Makan tiga kali sehari (pagi, siang, dan malam)
2. Laundry tiga potong baju per hari
3. Free Wi-Fi dan parkir
4. Konsultasi dokter melalui telepon setiap hari (Dr Fahri dari Laboratorium Amelia Clinic dan Prolepsis)
5. Kunjungan dokter atau perawat 2-3 kali, dapat vitamin
6. Satu kali tes PCR (di hari ke-7)

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Simak Video: Giliran Legislator PKB-PPP Tolak Hotel untuk Isoman Anggota DPR

[Gambas:Video 20detik]