9 Fraksi DPR Tolak Isoman di Hotel, Sekjen: Itu Baru Penjajakan

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 17:51 WIB
Sekjen DPR Indra Iskandar, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/6/2021).
Sekjen DPR Indra Iskandar (Rolando/detikcom)
Jakarta -

Sembilan fraksi di DPR tegas menolak pengadaan fasilitas hotel bagi anggota Dewan. Lantas, apakah Sekretariat Jenderal DPR akan membatalkan pengadaan fasilitas itu?

Sekjen DPR Indra Iskandar mengatakan pihaknya belum secara pasti menyediakan fasilitas hotel itu. Indra mengatakan pihaknya baru sampai pada tahap persiapan, belum ada dana yang dikeluarkan.

"Seperti yang saya bilang pertama itu. Ini kan baru penjajakan. Apa yang mau dibatalkan? Dananya juga belum ada kok. Itu kan cuma untuk berjaga-jaga saja," kata Indra, kepada wartawan, Kamis (29/7/2021).

Indra mengatakan DPR pun masih memiliki wisma yang belum terpakai. Jadi pihaknya akan fokus terlebih dahulu mempersiapkan wisma tersebut.

"Kan DPR masih punya wisma di Kopo dan itu selama ini sudah dimanfaatkan. Kami kan tetap fokus yang sedang berjalan di Wisma Kopo," ujarnya.

Diketahui, 9 fraksi DPR kompak menolak pengadaan fasilitas hotel itu. PAN bersuara lantang menolak fasilitas tersebut. Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto meminta fasilitas isoman di hotel tersebut dibatalkan.

"Bahwa terhadap keputusan Sekjen DPR yang menyediakan hotel untuk isoman para anggota DPR yang terpapar COVID-19, saya kira ini tidak tepat dan kami berharap ini dibatalkan," kata Yandri kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

Senada dengan Yandri, Waketum PKB Jazuli Fawaid menyatakan fraksinya menolak fasilitas hotel untuk anggota DPR terpapar COVID. Lebih baik, menurutnya, uangnya dipergunakan untuk membantu masyarakat yang sedang menjalani isoman.

"F-PKB tegas menolak, kami mendahulukan kepentingan rakyat sesuai maklumat Ketum PKB agar jajaran F-PKB turun tangan melayani masyarakat yang sedang isoman," kata Jazilul kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

Begitu juga tujuh fraksi lainnya di DPR. Mereka meminta Setjen DPR memberikan anggaran itu untuk disumbangkan ke masyarakat yang terdampak pandemi.

(eva/gbr)