Round-Up

Ancaman Razman ke Warganet Usai Herlin Kenza Jadi Tersangka Kerumunan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 07:30 WIB
Herlin Kenza
Herlin Kenza (Foto: dok. Instagram/@herlinkenza)
Banda Aceh -

Selebgram Herlin Kenza menjadi sorotan setelah datang ke salah satu toko di Aceh dan memicu kerumunan. Polisi telah menetapkan Herlin Kenza sebagai tersangka dan tak sedikit netizen memojokkan dia.

Razman Arif Nasution, yang menjadi penasihat hukum Herlin Kenza, tak terima terhadap sikap netizen kepada kliennya. Razman pun menyampaikan ancaman akan mempolisikan netizen yang menghina dan memfitnah kliennya.

"Rekan-rekan para netizen, saya ingatkan, saya peringatkan untuk tidak menyudutkan, menghina, merendahkan martabat klien saya," kata Razman dalam video yang diunggah Herlin dan dilihat detikcom, Kamis (29/7/2021).

Razman mengancam akan mengkasuskan netizen yang berkomentar negatif tentang Herlin Kenza. Razman menyampaikan komentar negatif netizen dapat diadukan ke polisi dengan dugaan pencemaran nama baik.

"Jika Saudara tetap melakukan itu, maka Saudara pun dapat kami lakukan gugatan atau upaya hukum pencemaran nama baik, fitnah, atau melakukan penghinaan kepada martabat-kehormatan klien saya, Herlin Kenza," ujarnya.

Pengacara Razman Arief Nasution menyimbangi Mahkamah Kehormatan Dewan DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (11/12/2015). Kedatangan Razman ke MKD untuk menyerahkan surat penunjukan sebagai pengacara Setya Novanto kepada  Ketua MKD Surahman HidyatPengacara Razman Arief Nasution (Lamhot Aritonang/detikcom)

Razman mengaku tak mempermasalahkan jika netizen mengkritik kliennya. Namun dengan catatan, kritik tersebut tak bernada hinaan yang merendahkan Herlin Kenza.

"Sebagai warga negara, kami minta Saudara sportif. Silakan komen di akun IG atau Tiktok dan lain-lain sepanjang itu produktif dan melakukan kritik yang sehat. Jangan Saudara merendahkan martabat orang lain," sambungnya.

Razman Juga Kritik Polisi

Sebelum mengultimatum netizen, Razman juga sempat mengkritik kepolisian lantaran foto Herlin Kenza memegang papan tersangka beredar. Razman menyebut tindakan kepolisian berlebihan.

"Karena kesan yang ditangkap oleh masyarakat bahwa dengan membuat plang atau papan difoto itu menjadi keanehan tersendiri karena di mana-mana itu tidak penting dilakukan. Hal itu menurut saya berlebihan dan tidak perlu dilakukan ke depannya," jelas Razman dalam video yang diunggah Herlin, Rabu (28/7).

"Dan oleh karena sudah beredar di masyarakat, di media sosial, saya sampaikan bahwa apa pun yang terjadi terhadap klien saya, ini statusnya masih tersangka, masih praduga tak bersalah, masih wajib disetarakan kedudukannya dengan masyarakat yang lain," lanjut Razman.

Baca tanggapan polisi atas kritik Razman di halaman berikutnya.

Tonton juga Video: Polisi Periksa Panitia Kerumunan Hajatan di Tasikmalaya

[Gambas:Video 20detik]