Round-Up

Titik Terang Influencer Ngaku Terima Vaksin Ketiga di DPRD DKI

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 05:54 WIB
Ilustrasi Gedung DPRD DKI Jakarta di Jl Kebon Sirih
Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom

Augustinus mengungkap influencer yang dimaksud bernisial T. Namun dia tidak mengungkap siapa sosok influencer tersebut.

"Terkait ada yang mem-posting di tanggal 27 Juli jam 9 pagi. Kami tadi pagi sudah koordinasi bersama tim medis bahwa atas nama, inisialnya T mem-posting di IG. Ini kami ingin lihat di CCTV kami apakah karena beliau datang ke sini tapi yang bersangkutan itu memang melakukan vaksinasi 1 dan 2 di DPRD," tutur dia.

Augustinus menjelaskan T memang sempat menjalani penyuntikkan vaksin pertama dan kedua masing-masing tanggal 3 Juni dan 1 Juli. Vaksin yang disuntikkan berjenis Sinovac.

Pihaknya juga telah mengecek rekaman CCTV dan daftar hadir peserta vaksinasi pada hari T mem-posting soal booster COVID-19. Hasilnya, dia tidak menemukan keberadaan T di gedung DPRD DKI di hari tersebut.

"Kalau di data kami tidak ada di tanggal 27 untuk dilakukannya vaksin, tidak ada. Tapi track record memang ada Juni dan Juli (vaksin dosis 1 dan 2) dan tidak mungkin ya jedanya (secepat) seperti itu," ujarnya.

Sejauh ini, DPRD DKI belum memutuskan akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Yang jelas, dia memastikan informasi tersebut hoaks.

"Tapi ya ini berita hoaks, Pak Ketua juga tidak mau menanggapi terlalu serius atau membawanya ke ranah hukum. Ini kami juga tidak tahu apakah kita akan tindaklanjuti yang bersangkutan coba kami hubungi tapi tidak diangkat, kami pengen tahu kronologi seperti apa sampai bisa posting hal seperti itu," imbuhnya.

Respons Satgas COVID-19

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito merespons soal isu influencer mendapat vaksin booster ketiga ini. Wiku menegaskan dosis vaksin Corona ketiga masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

"Vaksin didistribusikan oleh pemerintah dengan memprioritaskan pertimbangan risiko, perhitungan laporan stok vaksin dan kecepatan laju vaksinasi. Oleh karena itu prioritas program booster vaksin saat ini adalah tenaga kesehatan sebagai populasi berisiko, sekaligus vital dalam mendukung layanan dalam kesehatan di masa pandemi," ujar Wiku, dalam keterangan pers.

Wiku menerangkan sejauh ini program vaksin dari pemerintah masih dilakukan secara gratis. Sedangkan soal temuan vaksinasi berbayar di lapangan, Wiku mengatakan akan ditindaklanjuti oleh satgas setempat.

"Vaksin yang diberikan sepenuhnya gratis maupun skema program atau gotong royong. Adapun temuan vaksinasi berbayar di lapangan akan ditindaklanjuti satgas di daerah setempat," katanya.


(idn/idn)