Satgas Respons Isu Influencer Ngaku Divaksin Ketiga: Nakes Prioritas

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 18:24 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Penanganan COVID-19)
Jakarta -

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito merespons soal isu influencer mendapat vaksin booster ketiga. Satgas menegaskan saat ini dosis vaksin Corona ketiga masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.

"Vaksin didistribusikan oleh pemerintah dengan memprioritaskan pertimbangan risiko, perhitungan laporan stok vaksin dan kecepatan laju vaksinasi. Oleh karena itu prioritas program booster vaksin saat ini adalah tenaga kesehatan sebagai populasi berisiko, sekaligus vital dalam mendukung layanan dalam kesehatan di masa pandemi," ujar Wiku, dalam keterangan pers, Kamis (29/7/2021).

Wiku menerangkan sejauh ini program vaksin dari pemerintah masih dilakukan secara gratis. Sedangkan soal temuan vaksinasi berbayar di lapangan, Wiku mengatakan akan ditindaklanjuti oleh satgas setempat.

"Vaksin yang diberikan sepenuhnya gratis maupun skema program atau gotong royong. Adapun temuan vaksinasi berbayar di lapangan akan ditindaklanjuti satgas di daerah setempat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial seorang influencer diduga mendapatkan booster atau vaksin Corona ketiga di DKI Jakarta. Dalam tangkapan layar itu terlihat logo DPRD DKI. "9:18 AM Tuesday vaccine shot x 3:Booster," tulis keterangan dalam foto tersebut. Postingan tersebut dibuat pada tanggal 27 Juli 2021.

DPRD DKI akhirnya bergerak menelusuri sosok influencer yang mengaku disuntik vaksin COVID-19. Ternyata, influencer tersebut pernah disuntik vaksin dosis satu dan dua di gedung DPRD DKI pada awal Juli lalu.

Namun, ketika mengecek CCTV, DPRD tidak menemukan keberadaan T di gedung DPRD DKI di hari saat influencer tersebut memposting foto viral.

Plt Sekwan DPRD DKI Jakarta Augustinus telah melaporkan hasil penelusuran isu influencer disuntik vaksin dosis ketiga ke Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Prasetio, lanjut Augustinus, meminta agar masalah ini tak dibesar-besarkan.

"Pak ketua nanya itu iseng atau apa ya. Tapi pak ketua tidak terlalu menanggapi postingan itu karena ya kita juga... ya pak ketua mungkin tidak ingin (ke ranah hukum). Jadi apakah menginginkan ke ranah hukum saya rasa bukan seperti itu orangnya. Jadi memang kita ya sudah," jelasnya.

(idn/knv)