Turun Lagi, BOR RS Rujukan Corona di Jakarta Kini 62 Persen

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 19:36 WIB
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RS rujukan COVID-19 Jakarta terus turun. Saat ini, keterisian tempat tidur isolasi sebesar 62 persen, sedangkan keterisian ruang ICU 80 persen.

"Terkait BOR alhamdulillah per tanggal 29 Juli sudah mencapai 62 persen dan ruang ICU turun menjadi 80 persen. Itu pertanda baik ya, BOR sudah di bawah 70 persen," kata Riza di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2021).

Politikus Gerindra itu berharap penurunan keterisian tempat tidur di RS Corona terus berlanjut. Di samping itu, dia memastikan pemeriksaan dan penelusuran kontak erat COVID-19 semakin ditingkatkan.

"Kita terus meningkatkan 3T, testing, tracing, treatment, dan terus menyiapkan fasilitas dukungan termasuk memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, oksigen bahkan sampai peti mati kita pastikan semuanya siap," jelasnya.

Riza juga melaporkan vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Jakarta sudah mencapai 7.326.205. Sedangkan untuk dosis kedua sebanyak 2.410.672.

"Total dosis 1 dan 2 9.736.877. Ini artinya kita insyaallah sesuai target yang diminta, akhir Agustus insyaallah bisa mencapai 7,5 juta," ujarnya.

Merujuk pada data Pemprov DKI Jakarta, penambahan kasus positif COVID-19 hari ini sebanyak 3.845 orang. Secara keseluruhan, sebanyak 807.872 orang terpapar virus Corona selama pandemi COVID-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan saat ini kasus aktif Corona tersisa 27 ribu orang. Jumlah ini mengalami pengurangan dibandingkan waktu sebelumnya, 35 ribu.

"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 7.751 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 27.466 orang yang masih dirawat atau isolasi," jelasnya.

Kemudian, dari jumlah kasus positif sebanyak 768.562 warga DKI dinyatakan sembuh dari COVID-19. Sementara itu, 11.844 orang dinyatakan meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5 persen.

(idn/idn)