Mahfud Cerita Pemerintah Dikritik Saat Kirim Oksigen ke India

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 18:59 WIB
Jumpa pers Mahfud Md usai pertemuan dengan TP3
Mahfud Md (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan pemerintah sempat dikritik saat mengirimkan bantuan oksigen ke India pada awal Juni lalu. Menurut Mahfud, saat itu Indonesia belum butuh oksigen karena belum ada ledakan kasus COVID-19 varian Delta.

Hal itu disampaikan Mahfud dalam diskusi virtual bersama Walubi, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Majelis Agama Konghucu Indonesia (Mataki) terkait penanganan COVID-19, Kamis (29/7/2021). Mahfud merespons seorang rohaniwan yang mengeluhkan sulitnya mendapat oksigen dan meminta pemerintah meminta bantuan negara lain.

"Dulu pada awal Juni kita membantu oksigen ke India ketika di sana sedang meledak (varian Delta) itu 1.400 tabung. Orang ribut, kan kita sendiri butuh. Lah waktu itu kan kita belum butuh, awal Juni, kan ledakannya (varian Delta) belum ada, malah itu kan turun (kasus COVID), belum ada Delta awal Juni. meskipun sudah ada curiga tetapi itu baru spekulasi," kata Mahfud.

Mahfud menuturkan pemberian dan penerimaan oksigen antarnegara biasa dilakukan sebagai sebuah bentuk hubungan internasional. Bahkan, kata Mahfud, meski Indonesia bukan negara kaya, pemberian bantuan tetap dilakukan ke berbagai negara yang tertimpa bencana.

"Ya ramailah banyak yang kritik, pemerintah menjawab, biasalah antarnegara itu hubungan internasional kan membantu. Wong Indonesia yang tidak kaya aja kalau kemarin membantu kebakaran hutan di Australi, Australi terima kasihnya bukan main, kita pernah membantu Jepang waktu kena tsunami, tapi ketika kita kena musibah di Palu berbagai negara datang langsung membantu tanpa diminta. Nah kita melakukan itu ke India," tuturnya.

Mahfud mengatakan Indonesia tidak malu meminta bantuan negara lain, tetapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan untuk tidak meminta bantuan. Namun jika ada negara lain yang membantu, tentunya akan diterima.

"Ketika kita meledak (varian Delta) sekarang bantuan-bantuan itu banyak sekali sekarang, dari Singapura, Amerika, Jerman, India sendiri kemudian menawarkan bantuan yang lebih dari yang diberikan," ujarnya.

Lebih lanjut Mahfud meminta agar hal tersebut tidak dibesar-besarkan. "Jadi yang begitu itu nggak usah terlalu keterlaluan, nggak usah terlalu ikut dibumbu-bumbui, wah pemerintah ini kita butuh (oksigen) diberikan ke orang lain kan gitu," imbuhnya.

Simak video 'Penampakan Kapal Perang India yang Kirim Oksigen untuk Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)