Sidang Suap Nurdin Abdullah

Bersaksi di Sidang Nurdin, Kontraktor Klaim Sumbang Masjid Rp 200 Juta

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 15:18 WIB
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah saat menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah saat menghadiri sidang secara virtual. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Kontraktor bernama Thiawudy Wikarso dan Petrus Yalim, yang menjadi saksi di persidangan terdakwa kasus suap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah, mengungkapkan pernah memberikan masing-masing Rp 100 juta untuk bantuan pembangunan masjid. Jaksa KPK menganggap total dana Rp 200 juta dari dua kontraktor itu dipakai Nurdin untuk kepentingan pribadi.

Hal itu terungkap dalam sidang terdakwa Nurdin Abdullah di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (29/7/2021). Awalnya, jaksa KPK Siswandono mendalami pengakuan Petrus soal dimintai sumbangan masjid.

"Apakah Saudara pernah memberikan uang atas permintaan NA (Nurdin Abdullah) atau ajudannya?" ucap Siswandono kepada Petrus di persidangan.

Petrus kemudian mengakui pernah memberikan uang Rp 100 juta sebagai sumbangan masjid di kawasan Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros, pada Desember 2020.

"Untuk pembangunan masjid, pernah. Waktu itu untuk masjidnya Pucak," ungkap Petrus.

Petrus lalu bercerita awal mula adanya sumbangan masjid tersebut. Dia menyebut, awalnya dia diundang oleh ajudan Nurdin, Syamsul Bahri, saat peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut.

"Waktu itu kami diundang untuk peletakan batu pertama. Selesai acaranya, ajudan Pak Syamsul temui saya (menyampaikan) Pak Nurdin mau bangun masjid, apakah Pak Petrus mau bantu, saya bilang siap. Saya minta nomor rekeningnya dan ada nomor (rekening) yayasan (diberikan oleh Syamsul Bahri)," ucap Petrus.

Selanjutnya, Petrus mengirimkan uang Rp 100 juta ke nomor rekening milik yayasan tersebut sehari kemudian. Petrus juga mengaku melaporkan pengiriman uang sumbangan masjid itu kepada Syamsul Bahri.

Kontraktor Thiawudy Ikut Sumbang Masjid Rp 100 Juta

Kepada kontraktor Thiawudy, jaksa KPK juga meminta penjelasan soal sumbangan masjid Rp 100 juta yang diberikan kepada yayasan. Petrus kemudian mengaku di persidangan bahwa sumbangan masjid itu atas inisiatifnya sendiri.

"Saat baru selesai acara peletakan batu pertama, kami duduk. Di meja makan siang, Pak Petrus sampaikan sama saya (soal akan memberi sumbangan masjid karena ada permintaan ajudan Nurdin), saya bilang saya juga," ucap Thiawudy.

Mendengar pengakuan tersebut, jaksa KPK lantas meminta Thiawudy menyebut angka sumbangan yang ia berikan. Saksi kemudian mengaku memberikan sumbangan masjid Rp 100 juta, seperti halnya dengan Petrus.

"Waktu kami duduk, dia (Petrus Yalim) nyumbang Rp 100 juta, saya bilang saya ikut," katanya.

Thiawudy mengaku mengirim sumbangan masjid itu juga melalui rekening bank. Thiawudy juga tak lupa memberi tahu Petrus soal transfer itu dan Petrus kembali melaporkannya kepada Syamsul Bahri.

Jaksa menganggap dana Rp 200 juta dari dua kontraktor itu untuk pribadi Nurdin Abdullah. Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.