Luhut Minta 3T Dimasifkan: Tracing Minimal 8 Orang Kontak Erat Pasien COVID

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 09:56 WIB
Poster
Luhut Binsar Pandjaitan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan menggalakkan 3T secara masif. Luhut menekankan pelacakan kasus Corona minimal dilakukan kepada delapan orang yang berkontak erat dengan pasien COVID-19.

"Saya sampaikan kepada seluruh K/L terkait bahwa kita harus menggalakkan 3T (testing, tracing, dan treatment) hingga minimal ke delapan orang yang memiliki kontak erat dengan penderita COVID-19," tulis Luhut dalam akun Instagram resminya, seperti dilihat Kamis (29/7/2021).

Mekanisme penambahan 3T ini, Luhut menekankan harus dilakukan secara kombinasi. Dengan penambahan kapasitas testing dan tracing ini, kata Luhut, diperkirakan akan terjadi lonjakan jumlah kasus harian.

"Untuk mekanismenya, saya ingin dilakukan secara kombinasi, yakni digital dan lapangan, yang hasilnya akan terintegrasi dalam sebuah sistem yang padu. Dengan masifnya pelaksanaan 'testing' dan 'tracing' seperti itu, diperkirakan kasus konfirmasi harian akan tinggi karena kapasitas testing yang meningkat," katanya.

Lebih lanjut Luhut menyebut pasien positif Corona dan kontak erat akan dibawa ke tempat isolasi terpusat. Luhut juga mengingatkan program vaksinasi harus terus berjalan.

"Selain upaya 3T yang akan lebih masif ke depannya, saya juga tekankan agar vaksinasi harus terus berjalan. Dengan target stok vaksin bulan depan yang harus tersedia sebanyak 50 juta dosis, saya kira target 2 juta suntikan vaksin per harinya bisa tercapai pada awal Agustus ini," jelasnya.

Pemerintah, kata Luhut, terus berupaya meningkatkan kapasitas 3T. Luhut juga meminta partisipasi masyarakat dengan cara mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi.

"Jika saat ini kami yang duduk di pemerintahan sedang mengejar pelaksanaan 3T, saya berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa membantu kami dengan lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi agar kehidupan dan aktivitas kita bisa normal kembali seperti sedia kala," tuturnya.

(lir/tor)