Ahli Ulas Insiden Anggota TNI AU Injak Kepala hingga 2 Komandan Dicopot

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 08:16 WIB
Pemerhati Masalah Pertahanan, Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies Khairul Fahmi (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan langkah Panglima TNI mencopot Danlanud dan Dansatpom Lanud Merauke sudah tepat. Hal ini menjadi bukti tidak adanya toleransi kekerasan prajurit terhadap warga sipil.

"Makanya langkah yang diambil Panglima TNI dengan meminta KSAU untuk segera mencopot Danlanud dan Dansatpom Lanud Merauke, menurut saya, sudah tepat," katanya kepada wartawan, Rabu (28/7/2021).

"Hal ini penting untuk menunjukkan komitmen TNI sekaligus sebagai peringatan kepada para pimpinan satuan jajaran, tidak menolerir kekerasan yang tidak patut serta meletakkan penegakan hukum dan pembangunan kepatuhan pada hukum, sebagai hal yang secara mendasar harus ditanamkan para pimpinan dalam kehidupan prajurit," lanjut Khairul.

Khairul mengatakan tindakan ini bukan disebabkan oleh pendidikan moril yang minim, tetapi karena implementasi yang gagal. Dia lantas bicara pentingnya peran pimpinan dalam hal tersebut.

"Pendidikan moral saya kira tidak kurang. Masalahnya ada pada implementasi. Ada banyak hal baik yang diajarkan tapi gagal diimplementasikan. Makanya peran pimpinan sebagai teladan dalam kehati-hatian, kewaspadaan, dan kedisiplinan sangat penting," ujarnya.

Khairul menyebut kasus ini bisa jadi bahan propaganda negatif dan memperburuk citra TNI jika tidak ditangani cepat. Sebab, menurutnya, adanya kejadian itu menunjukkan kesenjangan antara citra humanis yang dibangun oleh TNI.

"Kejadian itu, menurut saya, menunjukkan adanya kelengahan dan kelalaian bahwa kekeliruan tindakan sekecil apa pun akan selalu berpotensi menjadi bahan propaganda negatif yang kuat untuk memperburuk citra TNI. Apalagi ini terjadi di Papua," kata Khairul.

"Kejadian itu juga jelas menunjukkan adanya kesenjangan antara realitas digital humanis yang selama ini coba dibangun TNI melalui media sosial dengan realitas sesungguhnya, di mana TNI kerap kali masih tampak kesulitan mengendalikan diri dan menunjukkan praktik kekerasan yang tidak patut, di ruang publik, di wilayah sipil," lanjutnya.

Panglima telah mencopot dua pimpinan AU di Merauke, simak selengkapnya

Simak Video: Korban Injakan Oknum TNI AU Tunawicara, Stafsus Jokowi Merespons

[Gambas:Video 20detik]