Kelakuan Prajurit TNI AU Injak Kepala Bikin 2 Komandan Hilang Jabatan

ADVERTISEMENT

Round-Up

Kelakuan Prajurit TNI AU Injak Kepala Bikin 2 Komandan Hilang Jabatan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Jul 2021 06:20 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tinjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terhadap prajurit TNI AD, AL, AU di Malang, Jatim
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Dok. TNI)

Awal Mula Insiden Prajurit TNI AU Injak Kepala Warga

Sebelumnya, video singkat yang menayangkan detik-detik dua pria berseragam Polisi Militer TNI Angkatan Udara (POM AU) menginjak kepala warga di Papua viral di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit 21 detik, awalnya pria berkaus hitam dan celana pendek motif loreng marah mendatangi tenda makanan. Dia nampak cekcok dengan pria bertopi.

"Ko dengar saya tidak?" bentak pria bertopi kepada pria berkaus hitam.

Namun pria bercelana pendek itu tak mengeluarkan sepatah kata pun. Pria berkaus hitam itu mengabaikan si pria bertopi dan malah membuka kausnya.

Pria tersebut terus menatap ke arah samping pria bertopi. Pria bertopi tampak mencoba menahan pria yang marah itu untuk tidak membuat kekacauan.

Tak lama kemudian, datang dua personel TNI AU ke lokasi tersebut. Dua personel ini langsung mengamankan pria yang marah ke luar tenda tempat makan.

"Hei, hei, kenapa? Kenapa? Kau mabuk, kau? Kau mabuk, kau? Kau mabuk?" tanya salah satu personel POM AU kepada pria yang sudah bertelanjang dada itu dengan nada tinggi.

Diduga pria yang hendak membuat keributan itu mabuk minuman keras (miras). Pria itu kemudian seperti bergumam saat digiring keluar tenda tempat makan.

Dua prajurit AU lalu membawa pria yang marah itu ke trotoar di tepi jalanan. Pria yang marah tersebut dibuat tengkurap di atas trotoar.

Salah satu personel TNI AU tersebut menindih bagian punggung dan memegang tangan si pria. Sementara itu, satu personel TNI lainnya terlihat menginjak kepala pria yang marah itu.

Belakangan diketahui pria yang diinjak kepalanya itu adalah penyandang disabilitas.

"Terkait hal tersebut info yang diterima yang bersangkutan tunawicara," kata Indan saat dikonfirmasi detikcom pada Rabu pagi.


(aud/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT